Madina (ANTARA) - Kisah haru datang dari Huta Godang Muda, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal. Dua bersaudara, Dayah Sari (15) dan Rizki (13), terpaksa menghentikan kegiatan sekolah mereka akibat keterbatasan ekonomi. Ayah mereka, Mombang Tua (53), telah mengalami kelumpuhan sejak empat tahun lalu akibat saraf terjepit, sementara ibunya, Seriani (42), menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani.
Dalam kondisi serba kekurangan, biaya transportasi ke sekolah dan seragam menjadi hambatan utama kedua anak tersebut untuk melanjutkan pendidikan.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kecamatan Siabu melalui Camat, Sudrajat Putra bersama unsur lintas sektor termasuk Babinsa, Kepala Puskesmas Siabu, Korwil Pendidikan Siabu, serta pihak sekolah SMP Negeri 6 Siabu telah melakukan kunjungan langsung ke kediaman keluarga Mombang Tua pada Selasa (21/10) pukul 11.00 WIB.
“Kami telah menyampaikan laporan kepada Bapak Bupati bahwa keluarga ini memang masuk kategori kurang mampu. Namun demikian, mereka sudah terdaftar sebagai penerima bantuan PKH, Bantuan Siswa Miskin (BSM), serta memiliki jaminan kesehatan aktif melalui BPJS/UHC,” terang Camat Sudrajat.
Dalam kunjungan tersebut, Camat Siabu juga memastikan bahwa langkah-langkah konkret telah diambil oleh pihak pemerintah setempat guna mendukung keberlanjutan pendidikan kedua anak tersebut.
“Kami dari lintas sektoral Kecamatan Siabu telah mengambil kebijakan untuk membantu perlengkapan sekolah seperti seragam olahraga dan batik. Sementara pihak sekolah SMP Negeri 6 Siabu akan menanggung biaya transportasi becak ke sekolah setiap minggunya,” ujarnya.
Diketahui, anak-anak tersebut telah tidak hadir di sekolah hampir satu bulan lamanya karena tidak mampu membayar ongkos becak sebesar Rp20.000 per minggu serta tidak memiliki seragam sekolah.
Camat Siabu menegaskan bahwa pendidikan adalah hak setiap anak dan menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga dan anak-anak bisa kembali menempuh pendidikan seperti sediakala. Pemerintah hadir untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal karena alasan ekonomi,” tutup Camat Sudrajat.
