Madina (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) mendorong percepatan pembangunan gardu induk di Kecamatan Natal guna mengatasi keterbatasan pasokan listrik di wilayah Pantai Barat.
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan antara Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution dengan Executive Vice President PLN Distribusi Sumatera Kalimantan, Saleh Siswanto, di Jakarta, Selasa (14/4).
Dalam pertemuan itu, kedua pihak tidak hanya membahas pembangunan gardu induk, tetapi juga percepatan elektrifikasi desa-desa yang hingga kini belum terjangkau jaringan listrik PLN di wilayah Madina.
Selain itu, pemasangan jaringan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) dari PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) menuju kawasan Pantai Barat turut menjadi prioritas untuk mendukung ketersediaan energi listrik
Bupati Madina Saipullah Nasution menyampaikan bahwa keterbatasan pasokan listrik di wilayah Pantai Barat, khususnya Kecamatan Natal, masih menjadi kendala utama bagi masyarakat. Pemadaman listrik yang kerap terjadi dalam durasi cukup lama dinilai menghambat aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.
Ia menambahkan, pemerintah daerah sebelumnya telah beberapa kali berkoordinasi dengan PLN UP3 Padangsidimpuan terkait persoalan tersebut. Namun, hingga saat ini realisasi program peningkatan pasokan listrik masih belum optimal.
Sebagai langkah awal, pada 4 April 2026, Pemkab Madina bersama PLN UP3 Padangsidimpuan telah menandatangani nota kesepahaman terkait perbaikan akurasi dan sinkronisasi data Penerangan Jalan Umum (JPU) di wilayah Mandailing Natal.
Pemkab Madina berharap melalui sinergi yang diperkuat dengan PLN, pembangunan infrastruktur kelistrikan dapat segera terealisasi sehingga kebutuhan listrik masyarakat di wilayah Pantai Barat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Pewarta: HolikEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026