Tanjung Balai (ANTARA) - Di penghujung tahun 2025 ini keberadaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tanjungbalai sudah dua dekade pascamemisahkan diri dari Kabupaten Asahan. Pada bulan Mei 2007, PWI Kota Tanjungbalai resmi berdiri dengan Ketua pertama adalah Gustan Pasaribu yang terpilih dalam Konferensi I yang berlangsung di Medan.
Ibarat pasang surut air laut, dalam dua dekade perjalanan organisasi PWI Tanjungbalai penuh dinamika. Ketua yang silih berganti, akan tetapi PWI Kota Tanjungbalai telah "melahirkan" 21 orang wartawan kompeten, profesional dan berintegritas dalam menjalankan tugas jurnalistik sebagaimana diatur Undang-Undang 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Kode Perilaku Wartawan (KPW), dan peraturan lain yang ditetapkan Dewan Pers.
Sebagai wujud kepatuhan terhadap Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT), sejak berdiri tahun 2007 hingga saat ini PWI Kota Tanjungbalai tetap melaksanakan Konferensi dengan agenda mengevaluasi pelaksanaan program kerja dan memilih pengurus periode berikutnya.
Pada Minggu 28 Desember 2025 akhir pekan lalu, PWI Kota Tanjungbalai menggelar Konferensi VII. Hasilnya M.Saufi Satria Simangunsong terpilih sebagai Ketua periode 2025-2028 yang diharapkan mampu menakhodai sekaligus membawa perubahan PWI Tanjungbalai ke arah lebih baik.
Seperti disebutkan diawal tulisan dan berdasarkan catatan penulis, Ketua pertama PWI "Kota kerang" Tanjungbalai adalah Gustan Pasaribu terpilih dalam Konferensi I Tahun 2027 yang berlangsung di Sekretariat PWI Provinsi Sumatera Utara, Gedung Parada Harahap Jalan Adi Negoro, Medan. Gustan mengalahkan pesaingnya, Safii Khairat (Alm).
Satu periode (2007-2010) memimpin PWI Tanjungbalai, Gustan Pasaribu bersama Sekretarisnya, James Sitorus dan Bendahara, Safii Khairat, berhasil "melahirkan" 5 anggota baru PWI Sumatera Utara (Sumut) yang berkedudukan di Tanjungbalai yaitu, Tengku Arudi, Yan Aswika, Usni Pili Panjaitan, Alogo Harahap, dan Rahmat Fansur Siregar yang belakangan mandah ke Kabupaten Asahan.
Mengakhiri kepemimpinannya, Gustan menghantarkan Konferensi II yang di gelar pada tanggal 4 Oktober 2010 di Gedung IPHI, Jalan Gaharu Tanjungbalai. Dalam Konferensi ini, Bunga Sirait (Alm) secara aklamasi terpilih sebagai Ketua PWI Tanjungbalai periode 2010-2013 dengan Sekretaris, Yan Aswika, dan Bendahara, Rabbel S Pane (Alm) yang belakangan mengundurkan diri. Posisi Rabbel S Pane digantikan Alogo Harahap sebagai Bendahara pengganti antar waktu (PAW).
Setelah dikukuhkan oleh Ketua PWI Provinsi Sumut, M. Syahrir ketika itu, kurang lebih setahun memimpin PWI Tanjungbalai, Bunga Sirait mengalami gangguan kesehatan, sehingga Yan Aswika menjalankan fungsi ganda baik sebagai Sekretaris sekaligus mengkaper tugas-tugas Ketua untuk menutupi kealpaan Bunga Sirait yang stroke setelah mengalami hipertensi pada bulan September 2011.
Dalam menjalankan fungsi sebagai Sekretaris sekaligus Ketua atas amanah lisan dari Bunga Sirait, Yan Aswika bersama Alogo Harahap dan anggota lainnya menjalankan program kerja organisasi, seperti mengikuti Hari Pers Nasional (HPN), Rapat Kerja Daerah PWI Sumut, dan program kerja di daerah hingga menghantarkan pelaksanaan Konferensi III yang dilaksanakan pada 4 Desember 2013 bertempat di Aula Taman Pesona Asri, Jalan Husni Thamrin, Kota Tajungbalai.
Dalam Konferensi III/2013, terjadi dinamika sangat tinggi dimana antara Yan Aswika dan Alogo Harahap "bertarung" untuk merebut posisi Ketua PWI Kota Tanjungbalai periode 2013-2016. Dalam Konferensi III, Yan Aswika ditetapkan sebagai Ketua terpilih setelah mendulang 5 suara dari 9 peserta. Yan unggul 1 suara dari pesaingya, Alogo Harahap yang meraih 4 suara.
Dengan tekad ingin membesarkan PWI dan mencegah terjadinya perpecahan ditubuh organisasi, Yan Aswika menggandeng Alogo Harahap menjadi Sekretarisnya. Sedangkan Rabbel S Pane yang ketika itu tidak berpihak kepadanya juga dipercaya menduduki jabatan sebagai Bendahara.
Ketua PWI Sumut ketika itu, M.Syahrir mengukuhkan Yan Aswika, Alogo Harahap dan Rabbel S Pane sebagai Ketua, Sekretaris dan Bendahara PWI Tanjungbalai periode 2013-2016, hasil keputusan Konferensi III Tahun 2023.
Saat memimpin PWI Tanjungbalai periode 2013-2016, Yan Aswika membangun komunikasi yang baik dan bersinergi dengan Pemerintah Kota Tanjungbalai. Hasilnya, di tahun 2014 untuk pertamakalinya PWI Tanjungbalai mendapat bantuan dana hibah senilai Rp50 juta yang dialokasikan dalam APBD tahun anggaran 2014 untuk mendukung operasional dan kegiatan organisasi PWI.
Sinergitas yang dibangun dengan Pemerintah Kota Tanjungbalai membuat PWI Tanjungbalai setiap tahunnya mendapatkan dana hibah dalam jumlah yang terus meningkat. Komunikasi dan interaksi positif yang dijalin dengan banyak pihak juga menjadikan PWI Tanjungbalai semakin "berkibar" dan dihargai berbagai kalangan.
Atas nama organisasi yang ditopang dana hibah dari Pemkot Tanjungbalai, serta mendapat banyak dukungan dari pihak ketiga yang tidak mengikat, Yan Aswika bersama pengurus lainnya aktif melaksanakan berbagai kegiatan organisasi seperti mengikuti HPN, program peningkatan kwalitas SDM anggota PWI, edukasi kepada pelajar SMA hingga kalangan guru seputar dunia jurnalistik, serta kegiatan sosial masyarakat lainnya.
Dinilai berhasil memimpin organisasi periode 2013-2016 membuat Yan Aswika kembali mendapat kepercayaan sebagai Ketua untuk periode selanjutnya. Dalam Konferensi IV yang dilaksanakan pada 20 Desember 2016 di Aula Raja Bahagia Resto Jalan Arteri Tanjungbalai, secara aklamasi Yan Aswika ditetapkan sebagai ketua terpilih. Ketua PWI Sumut, Hermansjah (Alm) mengukuhkan Yan Aswika, Alogo Harahap dan James Sitorus sebagai Ketua, Sekretaris dan Bendahara PWI Kota Tanjungbalai periode 2016-2019.
Di periode kedua kepemimpinanya, selain aktif melaksanakan dan mengikuti berbagai kegiatan PWI baik tingkat nasional dan regional, Yan Aswika merekomendasikan sebanyak 7 (tujuh) orang wartawan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) hingg menjadi anggota PWI yang berkedudukan di daerah setempat.
Ketujuh wartawan anggota PWI tersebut adalah Ridwan Marpaung, Syahmi Lutfhan Magolang, Nisfu Fitri, Hendri Damanik, Regen Silaban dan M.Saufi Satria Simangunsong, dan Syamsul Bahri.
Mengakhiri jabatan pada periode kedua kepemimpinannya, Yan Aswika menghantarkan Konferensi V PWI Tanjungbalai yang digelar pada 20 Desember 2019 di Hotel Ayola/Grand Singgie daerah setempat.
Dalam Konferensi V ini, diwarnai dinamika dimana dua orang Anggota Biasa PWI Tanjungbalai tampil sebagai kandidat ketua yaitu, Usni Pili Panjaitan dan Ridwan Marpaung. Karena belum cukup atau kurang dua bulan usianya sebagai Anggota Biasa, Ridwan Marpaung tidak memenuhi syarat sebagai calon Ketua sebagaimana diatur dalam PD/PRT Persatuan Wartawan Indonesia.
Karena Ridwan Marpaung tidak memenuhi syarat sebagai calon ketua, pada sidang pleno yang dipimpin Khairul Muslim (Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sumut) ketika itu, Usni Pili Panjaitan ditetapkan sebagai calon tunggal dan secara aklamasi terpilih menjadi Ketua PWI Tanjungbalai.
Oleh Ketua PWI Sumut Hermansyah, hari itu Usni bersama Ridwan Marpaung dan Syamsul Bahri dilantik sebagai Ketua, Sekretaris dan Bendahara PWI Tanjungbalai untuk periode 2019-2022.
Diera kemimpinan Usni, terjadi pergolakan ditubuh organisasi atas ketidak cocokan antara Ketua dan Sekretaris dalam menjalankan kebijakan organisasi. Pada bulan September 2020, dalam
rapat pleno yang dipimpin Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sumut, Khairul Muslim, Sekretaris PWI Tanjungbalai, Ridwan Marpaung terkesan "dipaksa" mundur dari jabatan Sekretaris, dan posisinya digantikan Nisfu Fitri.
Di fase ini terjadi kemerosotan, organisasi seakan kehilangan marwah. Beragam persoalan terjadi dan menimbulkan perdebatan antara pengurus dan anggota atas kebijakan pengelolaan anggaran dana hibah dari pemerintah daerah untuk operasional dan pelaksanaan program kerja.
Dinamika yang terjadi ditubuh organisasi berujung pengunduran diri Usni Pili Panjaitan dari jabatan Ketua PWI Tanjungbalai terhitung 31 Desember 2021. Menyusul pengunduran diri Usni, pada tanggal 17 Januari 2022 pengurus dan anggota PWI menggelar rapat pleno yang dipimpin Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sumut, Rifki Warisan dan dihadiri Sekretaris PWI Sumut Sahat Rahmat Hamonangan Panggabean, Wakil Ketua Bidang Pendidikan, Sugiatmo dan Ketua Seksi Hubungan Antar Daerah, Yan Aswika.
Rapat pleno tersebut memutuskan M. Saufi Satria Simangunsong sebagai Pelaksana tugas (Plt) Ketua PWI Tanjungbalai sisa masa jabatan 2019-2022, dengan tanggung jawab melaksanakan program kerja organisasi hingga menghantar pelaksanaan Konferensi VI PWI Kota Tanjungbalai Tahun 2022.
Di tahun 2022 saat PWI Tanjungbalai dipimpin M. Saufi Satria Simansong sebagai pelaksana tugas Keetua, PWI Tajungbalai kembali bangkit dari keterpurukan. Saufi bersama pengurus lainnya aktif mengikuti dan melaksanakan kegitan-kegiatan organisasi. Ditanganinya juga terjadi penambahan Anggota Muda PWI di Kota Tanjungbalai sebanyak 7 orang yakni, Syafrizal Manurung, Nazmi Hidayat S, Fitra Ramadhan Panjaitan, Riki Ardiansyah, Muhammad Gani, Hendra Syahputra dan Ilhamsyah.
Diakhir jabatannya sebagai Plt Ketua, M. Saufi Satria Simangunsong menghantarkan pelaksanaan Konferensi VI PWI Kota Tanjungbalai yang dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2022 di pendopo rumah dinas Wali Kota Tanjungbalai.
Dalam Konferensi VI ini muncul dua calon Ketua PWI Tanjungbalai periode 2022-2025, yaitu M. Saufi Satria Simangunsong (petahana) dan Ridwan Marpaung tampil sebagai penantang. Pelaksanaan Konfrensi VI dihadiri Ketua PWI Sumut, Farianda Putra Sinik.
Akan tetapi, dalam pelaksanaan Konferensi VI yang diikuti diikuti 10 peserta pemegang hak suara, dan dipimpin Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sumut, Rifki Warisan, Sekretaris, Sahat Rahmat Hamonangan Panggabean dan Ketua Seksi Organisasi, David Swayana, ditunda (skor) atas kesepakatan seluruh peserta oleh karena orang tua (ayah) Ridwan Marpaung meninggal dunia pada dinihari menjelang dilaksanakannya Konferensi.
Kemudian, pada tanggal 24 Januari 2023 Konferensi VI lanjutan dilaksanakan di Kantor PWI Sumut, Medan. Dalam pemilihan, Ridwan unggul tiga suara dari kompetitornya dengan raihan 6 suara. Saufi hanya mendapat 3 suara, dan 1 peserta tidak menggunakan hak suara (abstain).
Diakhir pelaksanaan Konferensi VI, Ketua PWI Sumut, Farianda Putra Sinik mengukuhkan Ridwan Marpaung sebagai Ketua PWI Tanjungbalai periode 2022-2025, dengan Sekretaris Nisfu Fitri dan Bendahara Syamsul Bahri.
Dikepimpinannya, Ridwan Marpaung bersama pengurus lainnya aktif mengikuti kegiatan organisasi seperti HPN 2023 di Medan, Kongres PWI tahun 2023 di Bandung, seminar anti plagiarisme bidang jurnalistik, dan
melaksanakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Tanjungbalai. Terakhir mengikuti HPN 2024 di Ancol, Jakarta.
Akan tetapi, karena Ridwan Marpaung lulus menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Formasi tahun 2025, terhitung 1 Oktober 2025, Ridwan mengundurkan diri dari jabatan Ketua PWI Tanjungbalai. Menyusul pengunduran diri Ridwan, pada tanggal 7 November 2025 PWI Tanjungbalai menggelar rapat pleno dengan agenda tunggal memilih Plt Ketua PWI Tanjungbalai sisa masa jabatan 2022-2025.
Rapat pleno yang berlangsung di kantor PWI Jalan Husni Thamrin Kota Tanjungbalai dipimpin Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sumut, Rifki Warisan, dan dihadiri Sekretaris PWI Sumut, Sahat Rahmat Hamonangan Panggabean dan Ketua Seksi Hubungan Antar Daerah, Yan Aswika, serta pengurus dan anggota PWI Tanjungbalai.
Rapat pleno tersebut memutuskan Yan Aswika sebagai Plt Ketua PWI Tanjungbalai sisa masa jabatan 2022-2025. Berdasrakan Surat PWI Sumut tanggal 10 November 2025, Yan Aswika ditetapkan sebagai Plt Ketua PWI dengan tugas utama melaksanakan Konferensi VII Tahun 2025, dan tugas-tugas organisasi lainnya.
Berbekal pengalaman dua periode memimpin PWI Kota Tanjungbalai dibarengi kemampuan membangun komunikasi dan jejaring, tidak sulit bagi Yan Aswika untuk menyelesaikan tugas organisasi, seperti mengutus pengurus PWI Tanjungbalai mengikuti Rakerda PWI Sumut pada tanggal 17-18 Desember 2025, dan memfasilitasi 6 orang Anggota Muda mengikuti ujian kenaikan status menjadi Anggota Biasa, serta 6 orang calon Anggota Muda PWI Sumatera Utara.
Puncak atau akhir tugasnya sebagai Plt Ketua, dalam masa 48 hari sebagai pelaksana tugas Ketua, Yan Aswika dibantu Ketua Panitia Pelaksana, Ilhamsyah dan anggota lainnya diselenggarakan Konferensi VII PWI Tanjungbalai, yang berlangsung 28 Desember 2025 di Aula D'Combure Cafe Jalan Sudirman daerah setempat.
Dinamika dalam Konferensi VII PWI Tanjungbalai ini sangat tinggi dengan tampilnya dua sahabat kental yakni M. Saufi Satria Simangunsong dan Regen Silaban sebagai calon Ketua periode 2025-2028. Dalam pemungutan dan penghitungan suara, Saufi unggul 1 suara dengan perolehan 3 suara dari 6 peserta. Sementara, sahabat yang juga pesaingnya, Regen Silaban mendapat 2 suara. 1 suara abstain.
Sebelum dikukuhkan, Ketua PWI Tanjungbalai terpilih M. Saufi Satria Simangunsong secara otomatis menjadi Ketua Tim Formateur. Saufi bersama anggota formateur yakni Sahat Rahmat Hamonangan Panggabean dan Nisfu Fitri menyatakan bahwa susunan lengkap pengurus PWI Tanjungbalai periode 2025-2028 akan disusun dalam rentang waktu satu bulan paska Konferensi VII.
Ditandai dengan penyerahan Pataka PWI, hari itu juga Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik mengukuhkan M. Saufi Satria Simangunsong sebagai Ketua terpilih PWI Kota Tanjungbalai periode 2025-2028. Terpilihnya Saufi sebagai Ketua PWI Tanjungbalai dalam Konferensi VII dengan tema "Perkuat Solidaritas Anggota PWI Untuk Sinergitas Tanjungbalai EMAS Berkelanjutan" tentu diharapkan membawa perubahan yang lebih baik untuk kemajuan organisasi.

Saufi dituntut mampu membangun komunikasi yang baik dengan semua pihak, melibatkan dan menggerakkan potensi seluruh anggota PWI Sumut di Kota Tanjungbalai yang saat ini tercatat sebagai Wartawan Kompeten.
Selama dua dekade keberadaan PWI Tanjungbalai sejak berdiri pada 2007 silam, saat ini sebanyak 15 anggota PWI di Tanjungbalai tercatat sebagai pemegang Sertifikat Kompetensi Wartawan yakni, Yan Aswika (Jenjang Utama), M. Saufi Satria Simangunsong, Regen Silaban dan Nisfu Fitri (Jenjang Madya).
Selanjutnya, Usni Pili Panjaitan, Ridwan Marpaung, Hendri Damanik, Syamsul Bahri, Syafrizal Manurung, Nazmi Hidayat S, Fitra Ramadhan Panjaitan, Riki Ardiansyah, Muhammad Gani, Hendra Syahputra dan Ilhamsyah tercatat sebagai pemegang Sertifikat UKW jenjang Muda. Namun, empat diantaranya yakni Ridwan Marpaung, Nazmi Hidayat S, Fitra Ramadhan Panjaitan, dan Muhammad Gani saat ini dalam keadaan cuti menjalankan tugas jurnalistik.
Selain itu, ada 6 orang yang tercatat sebagai pemegang Sertifikat Kompetensi Wartawan jenjang Muda yaitu, Ramadhansyah, Dedy S Tanjung, Mahyunah Ritonga, Ilham Daulay, Fery Fadli, dan Pahala Sinaga. Atas rekomendasi Yan Aswika saat menjabat Plt Ketua PWI Tanjungbalai, keenam wartawan kompeten tersebut baru saja mengikuti ujian Anggota Muda PWI Sumut, yang di laksanakan pada 20 Desember 2025 di Hotel Madani, Medan.
Sebagai wartawan yang terus mendedikasikan diri untuk kemajuan PWI, khususnya di Kota Tanjungbalai, penulis berpesan kepada M. Saufi Satria Simangunsong yang baru saja terpilih diminta untuk mengingat bahwa "Jabatan adalah amanah, Semoga bijaksana dalam memimpin organisasi".
Mengutip pesan Ketua PWI Sumut, Farianda Putra Sinik, "Amanah jabatan itu berat, lebih berat dari gunung. Jika amanah akan berkah, jika tak amanah, jabatan akan jadi musibah. Saufi, jangan pernah berubah" kata Farianda.***
