Madina (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) terus mencari terobosan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya dengan merancang pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang akan mengelola kebun kelapa sawit.
Langkah tersebut dibahas langsung dalam kunjungan kerja Bupati Mandailing Natal ke Kantor PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) di Jakarta, Jumat (10/4).
Kunjungan ini menjadi bagian dari strategi daerah dalam mengoptimalkan potensi sektor perkebunan sebagai sumber pendapatan.
Rombongan Bupati diterima oleh Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, bersama jajaran manajemen. Dalam pertemuan itu, Bupati memaparkan rencana pembentukan BUMD yang akan mengelola kebun sawit yang saat ini berada di bawah penanganan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).
“Pendirian BUMD ini diharapkan menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan nilai tambah sektor perkebunan sekaligus mendorong PAD,” ujar Bupati.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara menyambut positif rencana Pemkab Madina. Pihaknya bahkan membuka peluang kerja sama yang lebih luas, tidak hanya pada pengelolaan kebun, tetapi juga sektor turunan kelapa sawit.
“Kami melihat potensi besar di Mandailing Natal. Kami siap mendukung dan membuka peluang kolaborasi, termasuk pada sektor hilirisasi yang memberi nilai tambah bagi daerah,” ungkapnya.
Melalui kunjungan ini, diharapkan terbangun sinergi antara Pemkab Madina dan PT Agrinas Palma Nusantara dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang transparan, profesional, dan berkelanjutan.
Upaya ini juga menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian fiskal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi sektor unggulan.
Pewarta: HolikEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026