Medan (ANTARA) - Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) menyatakan perdagangan pasar fisik emas secara digital semakin diminati masyarakat.
"Pertumbuhan transaksi di kuartal I 2026 itu menunjukkan perdagangan pasar fisik emas secara digital di bursa berjangka semakin diminati masyarakat," ujar Direktur ICDX Nursalam dalam keterangan yang diterima di Medan, Sumut, Rabu.
Nursalam mengatakan hal itu terlihat dari total transaksi selama Kuartal I tahun 2026 sebesar 30.921.382 gram atau tumbuh 246 persen dibandingkan periode yang sama 2025 dengan total transaksi mencapai 8.941.108 gram.
Lebih lanjut, pihaknya terus menghimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap berbagai penawaran perdagangan emas digital yang ada di media sosial.
"Ke depan, kami akan terus berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan termasuk regulator dalam hal ini Bappebti, untuk meningkatkan transaksi dengan terus memasyarakatkan ekosistem tersebut," ucapnya.
Menurut dia dengan melihat tren yang ada di kuartal I pada 2026 tersebut tetap optimistis sampai akhir tahun transaksi akan tumbuh positif.
Kepala badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Senjaya mengatakan sejak awal ekosistem perdagangan pasar fisik emas secara digital itu berjalan di Indonesia.
"Kami selalu memastikan terkait keberadaan emas fisik yang diperdagangkan. Hal ini adalah upaya untuk memastikan perlindungan terhadap masyarakat," ucapnya.
Bappebti sebagai regulator mengawasi baik bursa sebagai tempat perdagangan, lembaga kliring untuk penjaminan dan penyelesaian transaksi, serta lembaga depository sebagai lembaga yang berfungsi menyimpan emas fisik yang diperdagangkan, termasuk pedagang dan perantara perdagangan emas fisik digital sebagai penyelenggara yang memfasilitasi atau menyalurkan amanat transaksi masyarakat.
Pewarta: M. Sahbainy NasutionEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026