Oleh Evalisa Siregar
Medan,6/4 (Antara)- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan bisa terus menekan angka kemiskinan hingga tersisa 9,80 persen dari jumlah penduduk pada tahun 2015.
"Penurunan angka kemiskinan itu yakin bisa dicapai karena banyaknya jumlah proyek besar di Sumut yang bisa menekan angka pengangguran dan upaya Sumut menekan angka inflasi," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Sumut, Riadil Akhir Lubis di Medan, Minggu.
Proyek besar yang bisa menekan angka pengangguran dan meningkatkan perekonomian masyarakat antara lain selesainya pipanisasi gas dari Aceh ke Sumut, terbangunnya jalan tol Medan-Tebing Tinggi dan Medan-Binjai serta beroperasinya kawasan ekonomi Sei Mangkei.
"Proyek besar dan ditambah upaya menekan angka inflasi dan kebijakan lain seperti memperbesar biaya anggaran kesehatan dan pendidikan dinilai mampu menekan angka kemiskinan,"katanya.
Pada tahun 2015, Sumut menargetkan angka inflasi bisa tinggal 4 persen plus minus satu persen dari 2013 yang cukup tinggi. 10,39 persen.
Pengamat ekonomi Sumut, Wahyu Ario Pratomo menyebutkan, inflasi yang sangat tinggi memang menyebabkan angka kemiskinan terdongkrak.
Harga berbagai barang yang melonjak naik sementara peningkatan pendapatan relatif kecil tentunya membuat angka kemiskinan bertambah.
"Angka kemiskinan yang sudah terjadi di pedesaan dan perkotaan Sumut memang memerlukan penanganan serius,"katanya.
Pada posisi September 2013, jumlah penduk miskin Sumut sebanyak 1.390.800 orang atau naik 51.600 orang dari Maret 2013 yang masih 1.339.200 orang.
Pertambahan penduduk miskin di Sumut terjadi di pedesaan dan perkotaan.
Di pedesaan, penduduk miskin bertambah sebanyak 16.500 orang atau menjadi 701.600 orang dan di perkotaan naik 35.100 orang hingga mencapai 689.200 orang.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mengungkapkan, garis kemiskinan di Sumut secara total sebesar Rp311.063 per kapita per bulan, dimana di perkotaan Rp330.517 dan di pedesaan sebesar Rp292.186.***3***
(T.E016/B/M. Yusuf/M. Yusuf)
