Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengimbau para kepala daerah di Sumut untuk mengedukasi masyarakat agar tidak mengantre di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Gubernur Bobby memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di Sumut aman sehingga mereka tidak perlu membeli secara berlebihan akibat konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
"Saya harap kepala daerah terus edukasi masyarakat. Kalau saya perhatikan setelah saya mengunjungi beberapa kabupaten/kota, 'panic buying' (aksi borong) cuma di kota-kota saja," kata dia setelah buka puasa bersama keluarga besar DPD Gerindra Sumut di Medan, Sabtu.
Ia mengatakan beberapa hari terakhir terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU berbagai daerah di Sumatera Utara.
Akibat antrean tersebut, kata dia, beberapa SPBU di kabupaten/kota di Sumut kehabisan stok lebih cepat dari biasanya.
Pihaknya mengibaratkan ketersediaan stok BBM secara nasional seperti tangki mobil yang akan kembali diisi sebelum benar-benar habis.
"Jadi tidak perlu panik. Selama ini, kita tidak pernah kehabisan BBM walau tempat penyimpanan BBM kita hanya 25 hari. Karena sebelum habis sudah diisi," kata dia.
PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali di tengah kebutuhan Ramadhan dan Lebaran 2026, serta dinamika geopolitik global.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan ketersediaan BBM berada pada kisaran sekitar 21 hari.
"21 hari ini merupakan stok/pasokan operasional secara normal dikelola dalam sistem logistik energi nasional guna menjamin kelancaran distribusi energi ke seluruh wilayah Indonesia," kata dia di Jakarta, Jumat (6/3).
Ia menjelaskan pasokan operasional itu adalah BBM yang disimpan dan sudah memenuhi kapasitas penimbunan BBM secara nasional yang disalurkan kepada masyarakat.
Jumlah pasokan tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui atau dipenuhi kembali sesuai dengan kebutuhan konsumsi energi masyarakat.
"Stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok BBM yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional," katanya.
Stok BBM ini terus dilakukan penambahan produk melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor direncanakan secara rutin dan berkala.
"Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM," ujar Roberth.
