Medan (ANTARA) - Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara (Sumut) mencatat dua wilayah di provinsi itu, yakni Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Kota Pematangsiantar dilanda cuaca ekstrem
Berdasarkan laporan Pusdalops PB Sumut di Medan, Kamis, disebutkan cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Labuhanbatu Utara terjadi pada Rabu (24/9). Sedangkan Kota Pemantangsiantar pada Selasa (23/9).
Pusdalops mencatat cuaca ekstrem yang diakibatkan angin puting beliung itu mengakibatkan 23 rumah terdampak di Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Puluhan rumah yang terdampak tersebar di Desa Simonis, Kecamatan Aek Natas. Sedangkan, rumah yang terdampak di Kota Pematangsiantar sebanyak 38 unit tersebar di empat kecamatan
Empat kecamatan yang dilanda, yakni Kecamatan Siantar Barat, Siantar Selatan, Siantar Timur, dan Kecamatan Siantar Sitalasari.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan laporan tersebut merupakan data sementara yang diterima Pusdalops PB Sumut.
"Berdasarkan laporan, jumlah pengungsi, korban luka-luka dan meninggal dunia nihil," ujarnya.
Yuyun, sapaan akrabnya, mengatakan berbagai upaya penanganan atas kejadian bencana tersebut telah dilakukan masing-masing wilayah dan sejumlah pemangku kebijakan terkait.
"Saat ini masih dalam penanganan oleh pemerintah masing- masing dan pemangku kebijakan terkait," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pusdalops catat dua wilayah di Sumut dilanda cuaca ekstrem
