Medan (ANTARA) - Menyikapi polemik yang berkembang pasca pernyataan awal Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Wakil Sekretaris Jendral Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam, Alwi Hasbi Silalahi, menilai penting untuk memberikan pandangan yang proporsional.
Pertama, publik tentu berhak memberikan kritik terhadap pernyataan-pernyataan pejabat negara. Namun kita juga perlu jernih membaca konteks bahwa Menteri Keuangan yang baru saja dilantik sedang menghadapi transisi yang penuh tantangan, mulai dari dinamika pasar global hingga fluktuasi kepercayaan investor.
Pernyataan beliau yang sempat menuai sorotan justru mencerminkan upaya untuk terbuka dan memberikan penjelasan kepada publik, bukan untuk menyepelekan masalah.
Kedua, kita melihat niat serius dari Menteri Keuangan Purbaya untuk segera mengonsolidasikan kebijakan fiskal agar sejalan dengan cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto, yaitu mewujudkan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh.
Dengan pengalaman panjangnya dalam bidang ekonomi dan pengelolaan fiskal, beliau memiliki modal yang kuat untuk menata kembali kepercayaan pasar sekaligus memastikan APBN benar-benar menjadi instrumen pembangunan yang pro rakyat.
Ketiga, penting bagi kita untuk tidak terjebak pada kegaduhan semata, melainkan mengawal langkah-langkah nyata yang akan diambil Kementerian Keuangan.
"Penataan sistem perpajakan, penguatan daya beli rakyat, serta penciptaan iklim investasi yang stabil adalah agenda strategis yang harus didukung bersama," katanya.
Ia menekankan bahwa tanggung jawab utama seorang Menteri Keuangan pada konsistensi kebijakan dan keberanian mengambil langkah konkret untuk memperjuangkan kepentingan bangsa.
Untuk itu ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan ruang kerja dan kesempatan kepada Menteri Keuangan yang baru dalam mengimplementasikan program-programnya.
Kritik tentu sah, tetapi harus diiringi dengan optimisme dan dukungan agar pemerintah dapat fokus mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
