Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meminta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang merupakan organisasi mahasiswa Islam terbesar benar-benar bisa hadir di tengah masyarakat Sumut.
"Tugas kita semua menjadikan HMI mempunyai arti besar, khususnya di Sumut. Harus benar-benar bisa hadir baik di tengah masyarakat," ucap Bobby dalam Gebyar Insan Cita dan Acara Puncak Milad HMI ke-79 Tahun di Kantor Gubernur Sumut, Sabtu.
Gubernur mengaku, hadirnya organisasi mahasiswa Islam tertua di Indonesia di tengah masyarakat Sumut diharapkan sebagai penyeimbang pemerintah.
"Pemberi masukan ke pemerintah agar tujuan utama HMI dibentuk benar-benar tercapai," ucapnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, tutur Bobby, juga mengajak HMI Sumut untuk bersama-sama dalam membangun wilayah Sumatera Utara.
Menurutnya, organisasi ini bisa mengambil peran menyosialisasikan KUHP yang baru, karena di dalamnya mengatur restorative justice alias keadilan restoratif.
Sebab, persoalan hukum kerap dihadapi masyarakat marginal yang melakukan pelanggaran bukan untuk memperkaya diri, melainkan bertahan hidup.
"Tapi karena buntu pemikiran, buntu pengetahuan, maka mereka melakukan pelanggaran hukum. Mungkin teman-teman HMI bisa bantu kita semua untuk program RJ (restorative justice) ini," tutur Bobby.
Data Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Sumut pada 2025, menyatakan telah membentuk sebanyak 5.700 pos bantuan hukum (Posbankum) dengan menyelesaikan 106 perkara keadilan restoratif di Sumut.
Pemprov Sumut memiliki program restorative justice yang dikenal dengan nama Perlindungan Rakyat dengan Restorative Justice (Prestice).
Program ini menyelesaikan tindak pidana ringan lewat pendekatan perdamaian dan pemulihan tanpa proses pengadilan berkolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut.
"Sudah ada posko-posko yang dibuat di kabupaten/kota, dan kawan-kawan bisa ambil bagian di situ," papar Bobby.
Ketua Badan Koordinator HMI Sumut Muhammad Yusril Mahendra Butar-butar menyampaikan, HMI hadir sejak awal perjuangan bangsa Indonesia dan terus berada di tengah masyarakat.
Ketika bencana banjir, banjir bandang, dan longsor di Sumut akhir November 2025, ia mencontohkan, HMI Sumut membantu para korban terdampak di sejumlah kabupaten/kota se-Sumut.
"HMI menjadi mitra dan mengkritisi pemerintah," tutur Yusril.
