Medan (ANTARA) - Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Muryanto Amin mengatakan Latihan Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tahapan penting dalam membentuk pola pikir dan tindakan kader yang berbasis pada teori, data, dan analisis.
"Setiap tindakan harus memiliki dasar yang kuat serta dirancang melalui perencanaan yang matang untuk kehidupan ke depan, baik dalam organisasi, masyarakat, maupun kontribusi bagi bangsa dan dunia," katanya di Medan, Rabu.
Ia mengatakan hal itu saat menjadi pembicara kegiatan Advance Training atau Latihan Kader III (LK3) Nasional yang digelar Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara.
Advance Training LK3 forum kaderisasi tertinggi di HMI yang bertujuan membentuk karakter, pola pikir, serta kemampuan analisis kader dalam menjawab berbagai persoalan bangsa.
Pada kegiatan yang dilaksanakan selama satu minggu dengan 27 peserta dari berbagai dadko dan cabang HMI se-Indonesia tersebut, ia membekali para peserta terkait dengan isu geopolitik, tantangan dan peluang untuk mahasiswa Indonesia.
Ia menjelaskan pentingnya memahami perkembangan geopolitik global di tengah dunia yang semakin terhubung.
Menurutnya, interkonektivitas global memungkinkan berbagai peristiwa di belahan dunia dapat diakses secara seketika dan berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.
"Oleh karena itu, kader HMI diharapkan mampu berpikir global serta bertindak secara lokal," katanya.
Ketua Umum Badko HMI Sumatera Utara Muhammad Yusril Mahendra menyampaikan bahwa LK3 jenjang kaderisasi tertinggi setelah LK1 dan LK2.
Ia menilai kegiatan ini forum sakral untuk membentuk kader yang memiliki kapasitas intelektual, ideologi, serta kemampuan berpikir strategis dalam menjalankan peran di organisasi maupun di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan itu diharapkan para kader HMI mampu menghasilkan pemikiran yang solutif serta berkontribusi dalam menjawab tantangan global dan nasional.
Pewarta: JuraidiEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.