Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengajak Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.
"Mengenai ekonomi kreatif ini merupakan tantangan kita bersama dalam mempercepat pertumbuhan," ungkap Bobby setelah menerima jajaran DPW Gekrafs Sumut di Kantor Gubernur, Jumat.
Pihaknya memperkuat kolaborasi untuk mendorong pelaku usaha agar naik kelas, terutama sektor ekonomi kreatif di Sumatera Utara.
Data Badan Pusat Statistik Provinsi Sumut pada 2025, menyatakan pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara tercatat sebesar 4,53 persen dan kontribusi perekonomian Pulau Sumatera sebesar 23,52 persen.
"Pengembangan ekonomi kreatif di Sumatera Utara merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor," kata Bobby.
Gubernur juga menilai peran organisasi usaha, seperti Gekrafs Sumut sangat krusial dalam mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah.
"Tentunya peran organisasi akan sangat membantu pemerintah dalam melaksanakan pertumbuhan ekonomi kreatif di Sumatera Utara," ujarnya.
Ia juga berharap Gekrafs Sumut tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi mampu menghadirkan edukasi maupun kajian yang berdampak langsung bagi masyarakat Sumut.
Bobby juga mengajak organisasi ini terlibat aktif pembinaan produk lokal, dan pelaku usaha dengan fokus utama mendorong pelaku usaha kecil agar naik kelas dan semakin mandiri di Sumut.
"Ayo, kita berkolaborasi untuk mendorong produk dan pelaku usaha di Sumut agar terus maju. Salah satu dukungannya melalui bantuan Gekrafs," tegas Bobby.
Ketua DPW Gekrafs Sumut Fadhullah menyampaikan apresiasi atas sambutan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
Pihaknya juga melaporkan rencana pengukuhan pengurus DPW Gekrafs Sumut yang dijadwalkan berlangsung pada 20 April 2026.
"Insya Allah, kami mengundang pak Gubernur untuk hadir acara pengukuhan. Gekrafs berkomitmen terus berkolaborasi, dan memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah provinsi demi pembangunan Sumatera Utara," ungkap Fadhullah.
