Tapanuli Selatan (ANTARA) - Sejumlah tokoh dan perantau asal Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) menyerukan percepatan pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara dalam gelaran Halal Bihalal (HBH) lintas parsadaan di Sekolah Al-Jannah, Cibubur, Jakarta Timur.
Kegiatan yang diikuti sekitar 1.500 warga Tabagsel di Jakarta itu menjadi momentum konsolidasi empat organisasi, yakni Forum Masyarakat Tabagsel (FORMAT), Ikatan Alumni Mahasiswa IPB Tabagsel (IKAMATABAGSEL), Parsadaan Siregar Boru dohot Babere (PSBB), dan Parsadaan Alumni Pelajar Padangsidempuan dan Sekitarnya (PAPPSI).
Dalam keterangan yang terima di Sipirok, Minggu (19/4), Diplomat RI, Bomer Pasaribu, menyebut wacana pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara telah bergulir puluhan tahun dan perlu diperkuat dengan kekompakan seluruh elemen masyarakat Tabagsel.
“Cita-cita ini sudah lama. Kita harus lebih solid membangun kampung halaman, terutama di sektor infrastruktur dan pendidikan, agar pemekaran ini semakin kuat,” ujarnya.
Senada, Komjen Pol (Purn) Saud Usman Nasution menegaskan kebersamaan masyarakat Tabagsel menjadi modal utama mendorong realisasi provinsi baru tersebut.
“Hari ini kita buktikan bahwa masyarakat Tabagsel kompak. Singkirkan ego sektoral, mari bersama membangun daerah dan mewujudkan Provinsi Sumatera Tenggara,” katanya.
Ketua Umum PAPPSI, Prof.Dr.Brigjen (Purn) Khoiruddin Hasibuan, yang juga pejabat di Kementerian Dalam Negeri, menyatakan akan mengupayakan dukungan terhadap proses pemekaran tersebut.
“Pemekaran Sumatera Tenggara tidak bisa ditunda lagi. Kami akan berusaha semaksimal mungkin mengawal usulan ini agar dapat terwujud,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum FORMAT, Hamsiruddin Siregar, mengatakan organisasinya siap berkontribusi bagi kemajuan Tabagsel, termasuk mendukung pemekaran wilayah.
Acara tersebut turut dihadiri Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu, Mulia P Nasution, Samsir Siregar, serta sejumlah tokoh nasional asal Tabagsel lainnya.
Pewarta: Kodir PohanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026