Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan kolaborasi menjadi kunci dalam membangun daerah yang unggul, berkeadilan, dan berdaya saing.
“Kami meyakini kolaborasi mampu menggerakkan potensi besar daerah, mulai dari wilayah pantai barat hingga pesisir timur, serta pegunungan Bukit Barisan hingga Kepulauan Nias,” kata Bobby usai menghadiri rapat paripurna istimewa Hari Jadi ke-78 Provinsi Sumatera Utara di Gedung DPRD Sumut, Rabu.
Ia mengatakan peringatan hari jadi tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan Sumatera Utara yang maju dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan tema “Satu Kolaborasi, Sejuta Energi”, Bobby menyebut Provinsi Sumatera Utara yang berdiri pada 15 April 1948 kini memiliki 33 daerah otonom yang terdiri atas 25 kabupaten dan delapan kota, dengan jumlah penduduk lebih dari 15 juta jiwa.
Dari sisi pembangunan, pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara tercatat 4,53 persen dengan kontribusi terhadap perekonomian Pulau Sumatera sebesar 23,52 persen.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 76,47 poin, sementara tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 7,24 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional.
Selain itu, gini rasio tercatat 0,283 poin dan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 5,32 persen.
Bobby juga menyebut Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tumbuh sekitar 5,23 persen dengan PDRB per kapita mencapai Rp78,31 juta.
Dari sisi lingkungan, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup mencapai 73,96 poin, sedangkan penurunan emisi gas rumah kaca mencapai 25,78 juta ton CO2e.
Di bidang tata kelola pemerintahan, Indeks Pelayanan Publik pada 2025 mencapai 4,27 poin dengan kategori sangat baik. Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) meningkat menjadi 69,11 poin dengan predikat B, serta tingkat kepuasan masyarakat mencapai 95,62 poin.
Pemprov Sumut juga kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan RI untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut sejak 2014 hingga 2025.
Meski demikian, Bobby mengakui masih terdapat tantangan, seperti bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor di sejumlah daerah.
“Diperlukan penguatan mitigasi, penataan ruang, serta pembangunan infrastruktur pengendali banjir,” ujarnya.
Ke depan, pembangunan Sumatera Utara difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan infrastruktur, serta pengembangan ekonomi berbasis potensi daerah melalui hilirisasi sektor pertanian, industri, dan pariwisata.
Ia juga menyoroti persoalan penyalahgunaan narkoba yang masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian serius dan berkelanjutan terhadap persoalan ini,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara Sutarto menyampaikan harapan agar Sumatera Utara terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Semoga Sumatera Utara semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujarnya.
Pewarta: Muhammad SaidEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026