Tanjung Balai (ANTARA) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tanjungbalai mengajukan penambahan anggaran untuk kebutuhan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu), yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 mendatang.
Ajuan tersebut disampaikan Ketua KONI, Bambang Rubiarsono dalam kesempatan audiensi kepada Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim di ruang kerjanya, Kamis (26/2/2026).
Bambang menjelaskan, hasil Rakerda KONI Sumut tanggal 16-17 Desember 2025 lalu memutuskan bahwa Porprovsu akan digelar pada November 2026 dengan mempertandingkan 28 Cabang Olahraga (Cabor), dan untuk mengikuti event tersebut KONI Tanjungbalai membutuhkan anggaran lumayan besar.
Dijelaskannya, Porprovsu tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana tanpa subsidi dari KONI Sumut. Semua biaya dibebankan kepada Kabupaten/Kota yang akan mengikuti "laga" para atlet cabor prestasi yang digelar empat tahun sekali.
"Karena tanpa subsidi KONI Sumut, maka KONI Tanjungbalai membutuhkan anggaran berkisar dua miliar rupiah. Harapan kami Pemkot Tanjungbalai bisa mengalokasikan anggaran tersebut dalam APBD Perubahan tahun anggaran 2026," kata Bambang.
Menyahuti ajuan tersebut, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim menyatakan akan berupaya maksimal memenuhi kebutuhan KONI dalam mengakomodir dan mempersiapkan atlet cabang olahraga, mulai training center (pemusatan latihan) hingga dinyatakan siap mengikuti Porprovsu.
"Ajuan kawan dari KONI segera kami koordinasikan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah. Semoga bisa terealisasi maksimal sesuai kebutuhan. Namun penting kita ingat bahwa semua tergantung ketersediaan anggaran dan kemampuan keuangan daerah," ujar Mahyaruddin Salim.
Dalam kesempatan itu, Sekretaris KONI Tanjungbalai, Abdurrahman juga menyampaikan bahwa pada Porpovsu 2022 lalu Kota Tanjungbalai berada pada peringkat 15 besar dari 34 Kabupaten/Kota, naik 5 peringkat dari posisi 20 besar dalam Porprovsu 2018.
Sementara, Ketua Harian KONI Tanjungbalai, Yan Aswika menargetkan pada Porprovsu 2026 Kota Tanjungbalai bisa meraih posisi 10 besar. Target tersebut tentunya harus dibarengi dengan ketersediaan anggaran yang dibutuhkan para atlet cabang olahraga seperti Silat, PDBI, Atletik, Sepak Bola, Karate dan beberapa cabor lainnya yang menjadi andalan Kota Tanjungbalai.
Turut hadir dalam audiensi tersebut Ketua Bidang Organisasi KONI Tanjungbalai, Ade Fahriza, Plt Kepala Dinas Disporapar Tanjungbalai, Dewi Yanti, dan Kabid Olahraga, Budi Munthe.
