Tanjung Balai (ANTARA) - Kapolres Tanjungbalai, AKBP Welman Feri menanda tangani fakta integritas dan pengambilan sumpah dalam menyelenggarakan seleksi calon siswa atau "Casis" anggota Polri tahun 2026 yang dilaksanakan dengan bersih, transparan dan akuntabel, tanpa unsur KKN.
Kegiatan berlangsung di Aula SAR Mapolres Tanjungbalai, Selasa (31/3/2026), dihadiri Wakapolres, Kompol M.P. Pardede, jajaran Pejabat Utama, dan diikuti sebanyak 32 orang Casis asal Tanjungbalai yang terdiri dari 24 laki-laki dan 8 perempuan.
Penandatanganan fakta integritas ini dilakukan secara serentak di wilayah Polda Sumatera Utara (Sumut) melalui zoom meeting, yang dipandu Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Sonny Irawan.
Dalam arahannya, Wakapolda Sumut berpesan kepada jajaran Polres agar transfaran dalam pelaksanaan seleksi, dan kepada para casis untuk mempersiapkan diri dengan maksimal. Orang tua casis juga diingatkan agar tidak mudah percaya kepada oknum manapun yang menjanjikan kelulusan peserta dengan meminta imbalan uang.
"Proses seleksi Polri sama sekali tidak dipungut biaya, gratis. Jika ditemukan ada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan bayaran, peserta maupun orang tua casis diminta segera melaporkannya kepada panitia seleksi," tegas Brigjen Pol Sonny Irawan.
Tidak hanya bagi peserta, peringatan keras juga diberikan kepada panitia seleksi. Wakapolda mengingatkan bahwa sumpah yang telah diucapkan adalah janji suci kepada Tuhan.
"Kepada panitia, tetaplah transparan. Jika ditemukan pelanggaran atau kecurangan, kami tidak segan-segan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku," katanya.
Wakapolda juga mengajak para orang tua untuk terus memberikan dukungan moral bagi anak-anak mereka selama menjalani rangkaian seleksi Akpol, Bintara, maupun Tamtama.
Ia memastikan bahwa keberhasilan para calon siswa murni berdasarkan kemampuan dan persiapan masing-masing individu, bukan karena koneksi atau uang.
Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan naskah fakta Integritas secara simbolis di tingkat Polres. Termasuk Kapolres Tanjungbalai, AKBP Welman Feri.
Usai kegiatan, Kapolres mengatakan penandatanganan fakta integritas menjadi bukti tertulis bahwa seluruh elemen pendukung seleksi anggota Polri dengan transparan dan menolak segala bentuk praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).
"Dengan dilaksanakannya fakta integritas ini, diharapkan masyarakat semakin percaya terhadap kredibilitas Polri dalam mencetak generasi baru yang berintegritas tinggi untuk melayani bangsa, tanpa "permainan" dan unsur KKN," ujar AKBP Welman Feri.
