Tapanuli Selatan (ANTARA) - Warga Desa Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, berupaya menyedot genangan air dan lumpur menggunakan mesin dompeng agar jalan desa dapat dilalui kendaraan.
Kepala Desa Bandar Tarutung, H. Sulhan Sihombing kepada ANTARA, mengatakan upaya swadaya tersebut belum membuahkan hasil signifikan karena air berlumpur masih menggenangi badan jalan, Minggu (18/1).
Menurut dia, genangan berasal dari luapan Sungai Malombu, Sungai Sangkunur, dan Sungai Batang Toru diperparah kondisi bahu jalan yang lebih tinggi dari badan jalan sehingga air sulit surut.
Genangan air dan lumpur terjadi sejak banjir bandang dan longsor melanda wilayah tersebut pada 25 November 2025 dan hingga kini belum sepenuhnya tertangani.
"Selain melumpuhkan akses jalan, puluhan hektare kebun sawit warga tidak dapat dipanen akibat tebalnya sedimentasi lumpur yang menutupi lahan perkebunan," tambahnya.
Selain itu, lanjutnya, warga juga bahkan kesulitan berbelanja kebutuhan sehari-hari karena kendaraan roda dua maupun roda empat sulit melintas di jalan licin berlumpur.
"Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat Desa Bandar Tarutung yang hingga kini belum pulih," sebutnya.
Di katakan, warga berharap adanya penimbunan badan jalan sepanjang sekitar 300 meter agar akses utama desa dapat kembali dilalui kendaraan.
"Sementara itu, genangan di Dusun Malako sekitar SD Inpres Bandar Tarutung mulai mengering setelah dilakukan pengorekan kanal di wilayah tersebut," tutupnya.
