Medan (ANTARA) - Wakil Wali Kota Medan, Sumatera Utara, Zakiyuddin Harahap melakukan kunjungan ke Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) membahas revitalisasi Taman Budaya Medan.
Zakiyuddin yang disambut oleh Direktur Jendral Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Budaya Restu Gunawan mengatakan Taman Budaya Medan perlu mendapatkan perhatian serius agar menjadi ruang representatif bagi para pelaku seni dan budaya
"Medan dikenal sebagai salah satu kota dengan potensi kekayaan seni dan budaya, sehingga dibutuhkan sarana yang layak untuk menampung ekspresi dan kreativitas para seniman," ujar Zakiyuddin, di Jakarta, Kamis.
Dengan dukungan pemerintah pusat, dia berharap taman budaya tersebut menjadi sarana bagi para pelaku seni untuk mengembangkan kesenian,
Dalam kesempatan itu, dia mengaku bahwa Kementerian Kebudayaan menyambut baik revitalisasi taman budaya itu.
Zakiyuddin mengatakan Kementerian Kebudayaan mendukung penuh kegiatan seni dan budaya di kota yang dipimpinnya.
"Dari pembahasan tadi alhamdulillah rencana ini mendapat dukungan dari kementerian. Apalagi kementerian juga menawarkan agar Kota Medan ke depan juga memiliki museum," kata dia..
Dia mengatakan dalam kesempatan itu Kementerian Kebudayaan juga bakal memperhatikan Istana Maimun dan Tjong A Fie Medan.
"Ini beberapa penjajakan yang kita lakukan. Mudah-mudahan ke depan, revitalisasi ini bisa segera dilakukan dengan dana baik dari APBD Medan maupun dari kementerian," sebut dia.
Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan menegaskan bahwa pihaknya menyambut dan mendukung revitalisasi taman budaya itu.
Dia menilai revitalisasi Taman Budaya Medan sangat penting untuk memperkuat identitas kultural kota sekaligus mendorong perkembangan seni di Kota Medan.
"Ya pada dasarnya rencana itu sangat baik. Dan kita mendukung itu agar memberikan ruang yang lebih baik bagi seniman, serta menjadikan Medan sebagai pusat aktivitas seni dan budaya yang membanggakan," ujar Restu Gunawan.
