Medan (ANTARA) - Satgas Penanggulangan Bencana Alam Kodam I/Bukit menyelesaikan jembatan gantung di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sebagai penghubung antarkelurahan.
"Jembatan Perintis Garuda yang dibangun tersebut sebagai penghubung Kelurahan Padang Masiang dengan Kelurahan Ujung Batu, Kecamatan Barus," ujar Kapendam I/BB Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap di Medan, Rabu.
Asrul mengatakan jembatan gantung dengan panjang sekitar 100 meter dan lebar 1,2 meter tersebut, kini telah selesai dikerjakan dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat.
Lebih lanjut, ia mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat setempat.
"Khususnya pembangunan jembatan gantung tersebut dalam membuka dan memperlancar akses masyarakat sebagai penghubung antarkelurahan," kata dia.
Kapendam mengatakan pembangunan jembatan dilaksanakan secara bertahap oleh personel Satgas Gulbencal, mulai dari pekerjaan pembuatan pondasi, pengecoran tiang menara, pemasangan sling gantung, hingga pemasangan lantai jembatan sebagai jalur lintasan masyarakat.
Kemudian pada tahap akhir pengerjaan, personel Satgas melaksanakan pemasangan papan lantai jembatan, pemasangan pagar pengaman, serta pengecatan lantai dan pagar jembatan guna memperkuat konstruksi sekaligus meningkatkan keamanan bagi masyarakat yang akan melintas.
"Dalam proses pengerjaan, personel memanfaatkan berbagai peralatan seperti singso (gergaji mesin), bor, palu, gerinda, serta pahat kayu untuk mendukung pemasangan material pada bagian jembatan," ucapnya.
Asrul berharap keberadaan jembatan tersebut dapat memperlancar aktivitas warga, meningkatkan perekonomian, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
