Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyalurkan sebanyak 524 ton gula ke mitra guna menjaga kestabilan harga bahan pangan di wilayah tersebut selama Ramadhan 1447 Hijriah.
"Dalam Ramadhan ini, stok 524 ton sudah habis terjual ke mitra," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto di Medan, Jumat.
Budi mengatakan pendistribusian ke mitra dilakukan seperti di Rumah Pangan Kita (RPK), guna memperkuat ketersediaan bahan pangan di wilayah itu pada Ramadhan.
Lebih lanjut, ia mengatakan, sebanyak 524 ton gula pendistribusian tersebut sangat meningkat jauh dibandingkan dari Ramadhan 1446 Hijriah yang hanya 70 ton.
"Peningkatan permintaan dari konsumen gula itu bisa disebabkan karena harga gula naik, jadi pasokan di pasar menurun karena swasta tidak banyak menjual," ucapnya.
Terkait harga, Budi menyebutkan harga gula mengacu pada Harga Acuan Pemerintah (HAP) sebesar Rp17.500 per kilogram. Sementara untuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) ditetapkan sebesar Rp18.000 per kilogram.
Ia mengatakan sebelumnya telah ada pasokan sebanyak 450 ton gula guna memperkuat stok bahan pokok selama Ramadhan hingga Lebaran 2026.
"Pengiriman gula tersebut berasal dari Provinsi Lampung dan Jawa Timur yang dilakukan secara bertahap pada Ramadhan hingga Lebaran," ucapnya.
Ia menambahkan untuk ke depan stok gula akan terus bertambah karena dari pusat akan didistribusikan sebagai penambahan bahan pangan itu di Sumut.
"Ke depan nanti datang dari pabrik Bulog sekitar 200 ton dalam pekan ini untuk memperkuat stok gula di gudang," ucapnya.
