Medan (ANTARA) - Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara mencatat transaksi usaha mikro kecil dan menegah (UMKM) selama pelaksanaan Ramadhan Fair 2026 mencapai Rp2,2 miliar.

"Berdasarkan data panitia, selama penyelenggaraan Ramadhan Fair tahun ini total perputaran transaksi mencapai sekitar Rp2,2 miliar," ujar Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas usai menutup Ramadhan Fair XX di Medan, Selasa.

 

 

Rico Waas menyebut Ramadhan Fair yang merupakan kegiatan tahunan Kota Medan pada bulan ramadhan tersebut menjadi stimulus untuk mendongkrak ekonomi masyarakat.

 

 

"Ramadhan Fair telah menjadi tradisi dan identitas Kota Medan selama dua dekade terakhir. Kegiatan ini juga ruang kebersamaan masyarakat sekaligus sarana syiar keagamaan di bulan suci Ramadhan," kata dia.

 

 

Ia mengatakan Ramadhan Fair yang diselenggarakan untuk ke 20 kalinya itu melibatkan 150 UMKM yang berlangsung sejak 25 Februari hingga 17 Maret 2026.

 

 

Selain UMKM, kata dia, kegiatan itu juga melibatkan pelaku kriya yang menampilkan berbagai produk unggulan dari 21 kecamatan.

 

 

"Rata-rata penjualan sekitar Rp110 juta per hari. Antusiasme masyarakat juga cukup tinggi dengan jumlah pengunjung sekitar dua ribu orang setiap harinya," sebut dia.

 

 

Dengan antusiasme cukup tinggi, ia mengatakan pemerintah kota setempat bakal mengoptimalkan kegiatan tersebut di tahun selanjutnya.

 

 

"Ramadhan Fair tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi terus berkembang sebagai ruang budaya, ruang ekonomi, sekaligus ruang kebersamaan masyarakat Kota Medan," ujarnya.

 

 



Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026