Medan (ANTARA) - Dua calon haji (calhaj) kelompok terbang (Kloter) 23 Embarkasi Medan asal Kabupaten Padanglawas Utara, Sumatera Utara menunda keberangkatan ke Tanah Suci akibat sakit.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan Ahmad Qosbi mengatakan, kedua calhaj itu masing-masing atas nama Mashanin Rokaya dan Roslaini Siregar.
"Mari kita doakan agar calon haji yang sakit diberi kesembuhan supaya bisa diberangkatkan pada kloter 24," ucap Qosbi usai melepas keberangkatan Kloter 23 Embarkasi Medan, Kamis.
Pihaknya juga mengimbau agar jamaah calon haji asal Sumatera Utara tetap menjaga kesehatan, terutama menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Selain jamaah berbagai negara semakin memadati Tanah Suci, calon haji asal Sumatera Utara juga diminta membatasi aktivitas fisik berat.
"Termasuk mengurangi pelaksanaan umrah sunah secara berulang-ulang, karena masih ada waktu sepekan sebelum puncak haji. Gunakan waktu itu sebaik-baiknya," jelasnya.
Qosbi yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara meminta jamaah memaksimalkan ibadah dan berserah diri kepada Allah SWT.
"Perbanyak doa, istighfar, dan memohon ampunan atas dosa yang pernah dilakukan kepada Allah SWT selama ibadah haji berlangsung," tutur Qosbi.
Kasubbag Humas PPIH Embarkasi Medan Mulia Banurea mengatakan, calhaj Kloter 23 Embarkasi Medan berjumlah 358 orang berasal tiga kabupaten/kota di Sumatera Utara, yakni Padang Lawas Utara sebanyak 214 orang, Medan 83 orang, Sibolga 54 orang, dan petugas haji tujuh orang.
Data PPIH Embarkasi Medan menyebut 8.422 calon haji reguler asal Sumatera Utara yang tergabung dalam 24 kloter diterbangkan ke Tanah Suci sejak 2 Mei hingga 30 Mei 2025.
Hingga keberangkatan Kloter 23, terdapat 8.246 orang atau 97,91 persen calon haji sudah berada di Tanah Suci, dan sisanya 176 orang atau 2,09 persen berangkat pada kloter 24.
