Medan (ANTARA) - Hijaunya kawasan hutan yang  diselingi kebun-kebun penduduk, ditambah kelokan jalan dari Pematangsiantar hingga ke perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan telah memanjakan mata, melupakan kepenatan dan kemacetan  di Kota Medan.

Meski ruas jalan nasional dari Pematangsiantar hingga ke Tapanuli Selatan itu lebarnya hanya muat dua mobil yang berselisihan dan tidak semulus jalan tol, namun masih aman dan nyaman bagi lalu lintas kendaraan bermotor.

Sisi kiri dan kanan jalan menanjak  dan turunan sejak dari Parapat, Balige, Tarutung hingga perbatasan Sipirok masih menyajikan panorama hijaunya  belantara alam yang indah dan sejuk penambah ketentraman jiwa para pelintas.
 
Ketika waktu terus berjalan menyongsong sore hari,  laju kendaraan berjalan lancar  dan kita   tentunya masih bisa mengintip dari jendala mobil, sumringah para petani yang baru pulang dari kebunnya, raut wajah mereka gembira mungkin karena hasil kebunnya yang   melimpah.

Pak sopir yang membawa kami, berangkat dari Kota Medan  sekitar pukul 8.00 WIB dengan perkiraan tiba dan shalat maghrib di kota Sipirok, ibu kota Kabupaten Tapanuli Selatan.

Sejauh mata memandang, diperjalanan masih tergambar bentangan hijaunya  alam yang membelah jalur lintasan trans Sumatera, sesekali kita saksikan kemanjaan rona matahari yang memerah pertanda hari menjelang gelap.
Kondisi ruas Jalan Nasional Batu Jomba di Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara yang sudah lancar dilalui kendaraan yang datang dari dua arah Sipirok - Tarutung atau sebaliknya, Sabtu (6/7) pagi hingga siang hari. (ANTARA/kodir)

Suguhan keindahan alam sepanjang perjalanan sampai ke Tapanuli Selatan itu menghibur hati dari kepenatan, dan ruas jalan tanpa lampu merah membuat laju kendaraan tanpa hambatan. 

Kendati demikian, Pak sopir tetap perlu hati-hati sebab kerap ada tikungan tajam, keramaian di beberapa pasar kecamatan dan iring-iringan truk berbadan lebar sebagai waspada agar perjalanan tetap selamat sampai tujuan.

"Insya Allah, sekitar 25 menit lagi kita sampai dan bisa shalat maghrib di masjid Agung Siprok," demikian ucap Akung, sahabat kami yang ikut dalam rombongan perjalanan dari Medan tujuan Padangsidimpuan.

Namun laju kendaraan kami tiba-tiba mulai melambat, seraya pak sopir mengatakan kayaknya ada kemacetan panjang di depan sana.

Pewarta: Azhari
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026