Tapanuli Selatan (ANTARA) - Warga Desa Perkebunan, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan mengapresiasi langkah Polsek Batangtoru yang menggagalkan aksi dugaan balap liar di wilayah tersebut.
“Kami berterima kasih kepada pihak Polsek Batangtoru yang telah memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, apalagi sudah menggagalkan delapan remaja yang diduga hendak melakukan balap liar pada malam Ramadan,” kata Kepala Desa Perkebunan Julianto kepada ANTARA, Rabu.
Ia mengatakan ruas jalan lurus di Desa Perkebunan kerap dijadikan lokasi balap liar oleh para remaja, terutama pada malam akhir pekan. Aktivitas tersebut bahkan disebut telah beberapa kali menimbulkan korban.
“Oleh karena itu masyarakat menyambut baik langkah cepat polisi demi terciptanya ketentraman dan kenyamanan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sebelumnya, personel Polsek Batangtoru membina delapan remaja yang diduga hendak melakukan balap liar di jalan lurus Desa Perkebunan, Rabu (11/3) dini hari.
Kapolsek Batangtoru AKP Penggar Marinus Siboro mengatakan tindakan itu dilakukan setelah pihaknya menerima laporan warga yang resah dengan aktivitas balap liar di lokasi tersebut.
Saat patroli sekitar pukul 01.15 WIB, personel yang dipimpin Kanit Reskrim IPDA Hary Agus Pohan menemukan sejumlah remaja berkumpul di pinggir jalan bersama beberapa sepeda motor.
“Dari pemeriksaan ditemukan sepeda motor menggunakan knalpot brong dan tidak dilengkapi TNKB yang diduga akan digunakan untuk balap liar,” kata Penggar.
Para remaja kemudian diminta datang ke Polsek Batangtoru bersama orang tua untuk diberikan pembinaan terkait bahaya balap liar yang dapat memicu kecelakaan serta mengganggu ketertiban masyarakat.
