Padangsidimpuan (ANTARA) - Manajemen Mega Permata Hotel Padangsidimpuan menyebut terhentinya operasional Tambang Emas Martabe Batang Toru yang dikelola PT Agincourt Resources (PTAR) berdampak terhadap bisnis perhotelan setempat.

"Kondisi tersebut kita raasakan pascabencana hidrometeorologi pada 25 November 2025 yang berimbas pada aktivitas perusahaan tambang," kata Marketing Manajer Mega Permata Hotel Padangsidimpuan, Heru Wijaya, A.Ma.Par., CRMH, kepada ANTARA, Senin.

Menurut dia, sebelum bencana (operasi tambang dihentikan pemerintah-red) terjadi, pihak tambang kerap menggunakan fasilitas hotel untuk berbagai kegiatan, mulai dari kamar penginapan, aula, hingga layanan akomodasi lainnya.

Ia menyebut pada akhir Desember 2025, pihak tambang sudah sempat melakukan pemesanan hotel untuk sebuah kegiatan. Namun, kegiatan tersebut dibatalkan seiring penghentian operasional perusahaan.

“Pembatalan acara oleh pihak tambang tentu menjadi kerugian bagi manajemen hotel. Sejumlah agenda penting lainnya yang biasa digelar juga tidak lagi terlaksana,” ujarnya.

Heru menambahkan, selama ini perusahaan tambang tersebut merupakan salah satu pelanggan tetap hotel yang berkontribusi terhadap tingkat hunian dan pendapatan. Apalagi menyambut akhir tahun, Ramadhan dan Idul Fitri.

Ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan berbagai kajian komprehensif terkait keberlanjutan operasional tambang agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali bergerak.

Menurutnya, sektor perhotelan dan usaha pendukung lainnya turut merasakan dampak sehingga pemulihan ekonomi menjadi harapan bersama.



Pewarta: Kodir Pohan
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026