Medan, Sumut (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan porsi nilai ekspor dari sektor industri di Sumatera Utara (Sumut) mencapai 94,30 persen pada Januari 2026.
"Kontribusi nilai ekspor sektor industri terhadap total nilai ekspor Januari 2026 mencapai 94,30 persen atau 950,22 juta dolar AS," ujar Kepala BPS Sumatera Utara Asim Saputra di Medan, Sumut, Selasa.
Asim melanjutkan sementara untuk sektor pertanian mencatat kontribusi sebesar 5,66 persen atau 57,32 juta dolar AS.
Lebih lanjut, ia mengatakan negara tujuan barang ekspor terbesar di Sumut pada Januari 2026 yakni Tiongkok dengan nilai 150,08 juta dolar AS (14,89 persen), kemudian Amerika serikat 123,91 juta dolar AS (12,30 persen), dan Jepang dengan nilai 60,54 juta dolar AS (6,01 persen).
"Ketiga negara tujuan ekspor barang dari Sumut tersebut berkontribusi mencapai 33,20 persen," ucap dia.
Asim menambahkan perkembangan ekspor secara tahunan naik 9,59 persen, atau 919,50 juta dolar AS pada Januari 2025 menjadi 1.007,66 juta dolar AS di Januari 2026.
Sementara, ia mengatakan, nilai impor pada Januari 2026 mencapai 486,80 juta dolar AS atau meningkat secara tahunan sebesar 4,08 persen.
"Pada Januari 2025 tercatat nilai impor mencapai 467,71 juta dolar AS, sedangkan pada Januari 2026 mencapai 486,80 juta dolar AS," katanya.
Barang impor terbesar ada di bahan bakar mineral (HS 27) mencapai 86,81 juta dolar AS (17,83 persen), dan mesin/pesawat mekanik 44,92 juta dolar AS (9,23 persen).
