Medan (ANTARA) - Wali Kota Medan, Sumatera Utara, Rico Waas meminta jajarannya, khususnya para camat dan lurah, untuk memantau aktivitas pasar murah yang digelar dalam menyambut bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Saya minta pengawasan pasar murah dilakukan secara ketat," ujar Wali Kota Medan Rico Waas Saat apel pemantaun ketentraman masyarakat pada bulan Ramadhan di Medan, Rabu.
Ia meminta jajarannya untuk memantau stok kebutuhan bahan pokok terjaga, tepat sasaran, dan tidak merugikan masyarakat.
Selain itu, Rico Waas meminta untuk memperhatikan harga bahan pokok secara cermat guna mengantisipasi praktik kecurangan di pasar murah tersebut.
"Perhatikan stok dan harga kebutuhan pokok, jangan sampai stok dan harga tidak sesuai dengan yang sudah ditetapkan," kata dia.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh jajarannya terkhusus kecamatan dan kelurahan untuk melakukan pengawasan secara optimal
Rico menegaskan dirinya akan memonitor secara rutin serta meminta laporan setiap minggunya.
"Jika ada permasalahan di lapangan, masyarakat juga bisa lapor ke saya. Intinya pasar murah ini kita lakukan secara optimal," ujarnya.
Pemerintah Kota Medan menggelontorkan 430 ton beras dalam operasi pasar murah menyambut perayaan hari besar keagamaan tersebut.
Pasar murah tersebut dilaksanakan di 151 titik di 21 kecamatan yang digelar sejak 12 Februari hingga 12 Maret 2026.
Sedikitnya delapan bahan kebutuhan pokok yang disubsidi pemerintah kota setempat pada pasar murah tersebut.
Adapun delapan bahan pokok yang disubsidi yakni beras medium yang di banderol Rp11.500 per kilogram (kg), gula pasir Rp15.200 per kg, tepung Rp8.600 per kg, telur Rp1.350 per butir, kacang tanah Rp28.000 per kg, minyak makan Rp17.700, mentega Rp6.400 dan sirup Rp18.600 hingga Rp19.000.
"Pasar murah kami subsidi besarannya Rp4,17 miliar," ujarnya.
