Medan (ANTARA) - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyebut bulan Ramadhan merupakan momentum memperkuat kesalehan sosial.
Selain itu, bulan suci Ramadhan juga momentum untuk memperkuat harmoni kebangsaan di tengah dinamika kehidupan masyarakat di wilayah Sumut.
"Ramadhan harus menghadirkan dampak yang tidak hanya terasa secara personal, tapi juga memperkuat solidaritas dan persaudaraan kebangsaan," ucap Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sumut Ahmad Qosbi di Medan, Sumatera Utara, Rabu.
Pihaknya juga menyerukan kepada masyarakat Sumut untuk menyikapi perbedaan awal Ramadhan tahun ini dengan penuh kedewasaan, dan semangat persaudaraan.
Ia menekankan, bahwa perbedaan tersebut merupakan bagian dari kebhinekaan bangsa Indonesia.
"Jadikanlah perbedaan sebagai rahmat, bukan sekat. Jangan biarkan perbedaan hitungan melunturkan kedekatan hati. Dalam perbedaan itulah, kualitas kita diuji dan ditingkatkan," pesannya.
Qosbi juga mengimbau, agar masyarakat Sumut menjaga harmoni dan memperkuat solidaritas sosial selama bulan puasa Ramadan ini. Menurutnya, teladan Rasulullah SAW yang dikenal sebagai pribadi paling dermawan, terutama di bulan suci Ramadan.
"Jadikan bulan ini sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial. Pastikan keberkahan Ramadhan dapat dirasakan oleh setiap lapisan masyarakat," katanya.
Dia berharap, Ramadhan kali ini dapat melahirkan pribadi-pribadi yang tidak hanya saleh secara individu, tetapi juga menghadirkan kebaikan nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
"Kami atas nama keluarga besar Kanwil Kemenag Sumut mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Marhaban ya Ramadhan. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, dan melimpahkan keberkahan bagi Indonesia tercinta," katanya.
Pemerintah melalui Kementerian Agama telah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Kamis 19 Februari 2026.
"Hasil Sidang Isbat menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada hari Kamis," ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar saat memimpin temu pers hasil sidang Isbat di Jakarta, Selasa (17/2).
Pewarta: Muhammad SaidEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026