Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award Kategori Pratama dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
"Kami Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menerima penghargaan diserahkan langsung oleh Bapak Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar di Jakarta," ujar Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Muhammad Suib di Medan, Rabu.
Menurutnya, Pemprov Sumut memiliki Program Berobat Gratis (Probis) Sumut Berkah merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Lewat program ini memungkinkan masyarakat Sumut mendapatkan layanan kesehatan hanya dengan menunjukkan KTP.
"Probis merupakan wujud komitmen Bapak Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution dalam mendukung UHC (Universal Health Coverage) menjamin kesehatan masyarakat Sumut," katanya.
Pada tahun lalu, lanjut dia, Sumut telah mencapai status Universal Health Coverage Prioritas dalam dua tahun lebih cepat dari target yang telah direncanakan.
"Untuk tingkat kepesertaan mencapai 100 persen dengan rasio peserta aktif sebesar 98,6 persen," jelas Suib.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Sumut bersama BPJS Kesehatan membuat maklumat bersama dengan 172 rumah sakit, 619 puskesmas, dan 510 klinik guna menyukseskan Probis Sumut Berkah ini.
"Pemprov Sumut terus melanjutkan program UHC Prioritas ini, yaitu Probis tahun ini. Ini komitmen Gubernur menjamin layanan kesehatan masyarakat Sumut, karena bisa diakses siapa saja," kata Suib.
Pihaknya memastikan pelayanan terkait Probis Sumut Berkah tersebut terus ditingkatkan, salah satunya menyediakan layanan aduan masyarakat selama 24 jam.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Sumut telah menyiapkan anggaran sebesar Rp235 miliar lebih untuk melanjutkan layanan Probis Sumut Berkah tahun ini.
"Probis ini, sudah berjalan sejak Oktober 2025. Tahun ini kita juga fokus peningkatan pelayanan, dan kualitas. Untuk itu, kita siap menerima pengaduan masyarakat tersebut," tegas Suib.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti menyampaikan bahwa peran kepala daerah sangat berpengaruh terhadap pencapaian UHC secara nasional.
Menurutnya, saat ini pencapaian UHC sekitar 98 persen dari total penduduk Indonesia dengan tingkat kepesertaan aktif sebesar 81,45 persen.
"Kepala daerah miliki pengaruh langsung terhadap keberhasilan, khususnya mendorong penduduk terdaftar dan memastikan peserta aktif melalui dukungan kebijakan dan penganggaran daerah," kata Ghufron.
