Tapanuli Selatan (ANTARA) - PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe menerapkan rehabilitasi lahan secara progresif dengan melakukan pemulihan lingkungan sejak area tambang tidak lagi digunakan, tanpa menunggu masa pascatambang.

Meski kegiatan operasional saat ini dihentikan sementara, perusahaan memastikan pengelolaan lingkungan seperti rehabilitasi lahan, pemantauan kualitas lingkungan, serta perlindungan keanekaragaman hayati tetap berjalan.

Hingga akhir 2025, PTAR yang berlokasi di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara ini telah merehabilitasi lahan seluas 54 hektare sebagai bagian dari upaya memulihkan fungsi lahan sekaligus memperkuat lanskap ekosistem hutan di sekitar area tambang.

Salah satu contoh rehabilitasi dilakukan di area Henny Dump, yang sebelumnya merupakan lokasi penimbunan material sisa tambang dan kini telah dipulihkan menjadi kawasan hutan.

Manager Biodiversity & Environmental Strategic Development PTAR Syaiful Anwar dalam keterangan diterima, Jumat, mengatakan area Henny Dump memiliki tantangan karena material sisa tambang memiliki tingkat keasaman rendah dengan konsentrasi logam relatif tinggi.

Karena itu, jenis tanaman yang dipilih harus mampu bertahan pada kondisi tanah dengan tingkat keasaman rendah serta kandungan logam tinggi.

Pemulihan dilakukan bertahap, dimulai dengan penanaman Legume Cover Crops (LCC) untuk memperbaiki unsur hara tanah, dilanjutkan tanaman cepat tumbuh guna mempercepat pemulihan lahan.

Setelah tanaman berusia sekitar dua tahun, kawasan tersebut diperkaya dengan tanaman spesies lokal agar struktur vegetasi mendekati ekosistem hutan alami.

Untuk mendukung program ini, PTAR juga didampingi Biodiversity Advisory Panel serta memiliki fasilitas nursery seluas sekitar 6.000 meter persegi yang hingga akhir 2025 telah memproduksi lebih dari 52 ribu bibit tanaman lokal.



Pewarta: Kodir Pohan
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026