Madina (ANTARA) - Bupati Mandailing Natal (Madina, Saipullah Nasution meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Kirana Bakti Bangsa di Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kamis (11/12).
Fasilitas ini menjadi salah satu dapur pelayanan utama untuk penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tersebut.
SPPG tersebut akan melayani 2.196 siswa yang tersebar di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), SD Sipapaga, SD Negeri Parbangunan, dan SMP Negeri 2 Panyabungan. Kehadiran dapur gizi ini diharapkan memperlancar distribusi menu sehat bagi peserta didik, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.
Bupati Saipullah mengingatkan manajemen SPPG agar memastikan seluruh proses pengolahan dan distribusi makanan mengikuti standar Badan Gizi Nasional (BGN).
“SPPG harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh BGN untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa standar yang diterapkan bukan hanya soal keamanan pangan, melainkan juga kelayakan menu, nilai gizi, higienitas dapur, serta ketepatan waktu distribusi. Karena itu, Saipullah meminta BGN untuk terus aktif mengawasi dapur-dapur MBG yang telah beroperasi di wilayah Madina.
“Saya minta BGN melakukan pengawasan, pembinaan, dan evaluasi secara berkala,” katanya.
Saipullah turut mengapresiasi beroperasinya SPPG Kirana Bakti Bangsa yang dinilai berkontribusi dalam mempercepat pelaksanaan program nasional tersebut.
“MBG ini merupakan instruksi presiden untuk perbaikan gizi anak sekolah di seluruh Indonesia. Kita di daerah harus mendukung penuh,” ujarnya.
Program MBG disebut sebagai salah satu prioritas nasional untuk menekan angka stunting, meningkatkan ketahanan pangan keluarga, serta memperkuat tumbuh kembang anak. Menurut dia, pelaksanaannya memerlukan kolaborasi pemerintah, yayasan, sekolah, serta masyarakat.
Bupati juga menegaskan bahwa untuk wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang belum dapat dilayani SPPG milik yayasan, pemerintah akan turun tangan secara langsung.
Peresmian ditandai dengan peninjauan dapur, pengecekan alur produksi, serta dialog bersama pengelola mengenai kesiapan tenaga masak, kelayakan fasilitas, dan sistem distribusi yang akan digunakan. Pemerintah daerah menyatakan komitmen untuk terus memperkuat infrastruktur pendukung MBG agar pelayanan gizi bagi siswa di Madina berjalan optimal.
