Madina (ANTARA) - Sebanyak empat Puskesmas di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menerima masing-masing satu unit mobil ambulans baru dari pemerintah daerah sebagai upaya memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya rujukan pasien.
Serah terima kendaraan dinas operasional tersebut berlangsung di halaman Sekretariat Daerah Madina, Kompleks Perkantoran Payaloting, Desa Parbangunan, Panyabungan, Selasa (30/12).
Penyerahan dilakukan Bupati Madina, Saipullah Nasution didampingi Sekda dan Kepala Dinas Kesehatan, dr Muhammad Faisal Situmorang.
Adapun empat Puskesmas penerima yakni Puskesmas Siabu, Puskesmas Panyabungan Timur, Puskesmas Lembah Sorik Marapi, dan Puskesmas Singkuang I di Kecamatan Muara Batang Gadis.
Bupati Saipullah Nasution mengatakan, pengadaan ambulans tersebut bersumber dari APBD 2025. Semula, pemerintah daerah merencanakan pengadaan 26 unit ambulans untuk seluruh Puskesmas, namun dilakukan penyesuaian karena efisiensi anggaran sehingga pada tahap awal direalisasikan empat unit.
“Pada 2026 kita kembali menganggarkan tujuh unit ambulans. Ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberadaan ambulans sangat penting untuk menunjang pelayanan rujukan pasien dari Puskesmas ke RSUD Panyabungan maupun ke rumah sakit rujukan di Kota Medan. Dalam waktu dekat, Madina juga akan memperoleh tambahan satu unit ambulans dari pihak vendor hemodialisis.
Bupati juga berpesan agar ambulans dimanfaatkan secara optimal dan dirawat dengan baik.
“Ambulans ini harus dijaga dan dirawat dengan baik agar dapat memberikan kenyamanan serta pelayanan maksimal bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Madina, dr Muhammad Faisal Situmorang, menjelaskan bahwa ambulans yang diserahkan merupakan tipe Toyota Rangga yang dipilih melalui proses pengadaan selektif sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan.
“Diharapkan kendaraan ini segera dioperasionalkan untuk mendukung penanganan kegawatdaruratan dan transportasi rujukan di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Saipullah menambahkan, meski kondisi fiskal daerah sedang berat, pemerintah tetap mengalokasikan anggaran untuk pengadaan ambulans tersebut. Menurutnya, pengadaan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan daerah, namun tetap berorientasi pada peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.
