Medan (ANTARA) - PT Hutama Karya (Persero) mempercepat pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Provinsi Sumatera Utara melalui penanganan fasilitas layanan publik yang terdampak bencana.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah melalui siaran pers yang diterima di Medan, Senin (5/12) mengatakan penanganan pascabencana membutuhkan kecepatan sekaligus ketelitian, sehingga perusahaan mengedepankan penguatan manajemen proyek, pengendalian mutu, serta keselamatan kerja di seluruh titik pekerjaan.

“Penanganan pascabencana menuntut kecepatan sekaligus ketelitian. Hutama Karya berkomitmen melaksanakan pekerjaan dengan mengutamakan keselamatan, mutu, dan percepatan pemulihan fungsi fasilitas publik agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman,” ujar Mardiansyah.

Penanganan keadaan darurat tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak paket pekerjaan yang berlangsung di Medan, Selasa (29/12). Kontrak ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksanaan Prasarana Strategis II Sumatera Utara Eva Prasusani bersama Executive Vice President Divisi Gedung Hutama Karya Nyoman Endi Mahendra, serta disaksikan Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Utara Kurniawan.

Paket pekerjaan dilaksanakan di 11 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Asahan, Batu Bara, Deli Serdang, Langkat, Padang Lawas Utara, Serdang Bedagai, Toba, serta Kota Binjai, Medan, Tanjung Balai, dan Tebing Tinggi.

Ruang lingkup pekerjaan difokuskan pada pemulihan fasilitas publik strategis, terutama fasilitas kesehatan dan pendidikan agar layanan medis serta kegiatan belajar-mengajar dapat kembali berjalan normal. Selain itu, pemulihan juga mencakup fasilitas pasar, pondok pesantren, tempat ibadah, serta kantor pemerintahan untuk mendukung pemulihan aktivitas sosial, ekonomi, dan layanan administrasi masyarakat.



Pewarta: Evalisa Siregar
Editor : Akung

COPYRIGHT © ANTARA 2026