Madina (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) melaporkan kondisi darurat bencana kepada pemerintah pusat saat mengikuti Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait percepatan penanganan banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Rakor digelar secara daring dari Pendopo Rumah Dinas Bupati di Desa Parbangungan, Panyabungan, Kamis (27/11).
Rapat dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dan diikuti Kementerian PUPR, BNPB, Basarnas, serta jajaran TNI dari Kodam 0415 Jambi dan Kodam I Bukit Barisan. Para kepala daerah provinsi dan kabupaten/kota terdampak bencana juga turut bergabung.
Dari Madina, Bupati Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi hadir didampingi Pj Sekda, M Sahnan Pasaribu, Asisten III, Lismulyadi Nasution, serta sejumlah pimpinan OPD terkait, termasuk Kepala BPBD, Dinas Sosial, Dishub, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, dan Diskominfo.
BNPB melaporkan hingga Kamis terdapat 17 korban jiwa di Sumatera Utara dan tiga orang masih hilang. Jumlah tersebut diperkirakan bertambah mengingat proses evakuasi belum sepenuhnya selesai. BNPB juga menyiapkan tim khusus untuk diterjunkan ke masing-masing provinsi.
Bupati Saipullah menyampaikan bahwa 49 desa di 19 kecamatan di Madina terdampak banjir, longsor, dan puting beliung. Sebanyak 6.200 warga terpaksa mengungsi atau dievakuasi akibat bencana yang berlangsung sejak beberapa hari terakhir.
Ia menjelaskan distribusi logistik ke wilayah Pantai Barat Madina belum dapat dilakukan karena akses darat terputus akibat longsor dan banjir. Pemkab Madina meminta dukungan pemerintah pusat berupa alat berat dan perahu karet untuk menjangkau wilayah yang masih terisolasi.
“Untuk jalur darat, yang paling memungkinkan saat ini adalah dari arah Sumbar karena arus Panyabungan- Medan tertimbun longsor dan sejumlah titik jalan amblas,” ujar Bupati Saipullah.
Ia juga menawarkan pemanfaatan Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution di Bukit Malintang sebagai titik transit logistik menggunakan moda udara sebelum disalurkan lebih lanjut.
“Kami laporkan juga, Pak Menteri, jaringan listrik di beberapa lokasi terputus. Kami berharap PLN segera melakukan perbaikan,” ujarnya.
Saipullah turut meminta suplai bahan bakar ke Madina. Menurutnya, stok BBM di wilayahnya sudah sangat menipis.
“Kemungkinan besok sudah tidak ada lagi BBM. Kami mohon bantuan segera,” tambahnya.
Pemkab Madina Buka Posko dan Call Center Penanganan Bencana
Pemkab Mandailing Natal resmi membuka Posko Penanganan Bencana Daerah di Pendopo Rumah Dinas Bupati sebagai pusat informasi dan koordinasi penanganan bencana.
Selain posko, pemerintah daerah juga menyiapkan layanan call center melalui tiga nomor: 082165951692, 082276188736, dan 085143188242.
Pj Sekda, M Sahnan Pasaribu mengatakan posko dibuka untuk memudahkan masyarakat menyampaikan informasi kondisi terbaru di wilayah masing-masing, sehingga dapat segera ditindaklanjuti.
“Informasi dari masyarakat sangat penting untuk mempercepat penanganan, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih berlangsung,” ujarnya.
Posko tersebut juga menjadi pusat pengumpulan data yang akan digunakan untuk koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kementerian/lembaga terkait.
