Medan (ANTARA) - Ratusan warga Al Jam’iyatul Washliyah Sumatera Utara (Sumut) menggelar doa dan ziarah bersama Sultan Deli XIV Tuanku Sri Paduka Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah.
"Dimulai dari Masjid Raya Al-Mashun ke pusara ulama bersama Sultan Mahmud," ucap Ketua Panitia Hari Lahir ke-95 Al Jam’iyatul Washliyah Sumut Hayatsyah di Medan, Senin (24/11).
Menurutnya, lantunan tahlil dan doa bersama warga Washliyah dikumandangkan di dalam masjid bagi pendiri dan pendahulu organisasi Islam terbesar di Pulau Sumatera ini.
Mereka datang dengan maksud dan tujuan yang sama, yakni mengenang para ulama yang telah membesarkan Al Jam’iyatul Washliyah.
"Para pendiri telah berjibaku menjaga organisasi ini. Tugas kita hari ini adalah meneruskan apa yang mereka mulai. Ziarah ini adalah cara kami berterima kasih,” ujarnya.
Ia mengatakan, ziarah yang diawali dengan zikir maupun doa ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir ke-95 Al Washliyah pada 30 November 1930.
"Doa yang kita kirimkan semoga diijabah Allah SWT," tutur Hayatsyah.
Sultan Deli XIV Tuanku Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam berharap organisasi Al Jam’iyatul Washliyah terus menjaga tradisi dakwah, pendidikan, dan amal sosial.
"Saya bangga, syiar Al Washliyah tidak pernah padam," papar Tuanku Jiji sapaan akrabnya.
Selepas kata sambutan, doa dibawakan oleh Ustaz H M Husein Ali Lc sekaligus menjadi penanda jeda spiritual rombongan warga Washliyah sebelum bergerak menelusuri makam para ulama.
Rombongan ini turun dari tangga Masjid Raya Al-Mashun dengan membawa para pengurus dan jamaah ke kompleks pemakaman di sekitar masjid.
Kemudian, menziarahi makam ulama besar, seperti Tuan Syekh H Hasan Maksum, Tuan Guru Kitab Sibarani, Tuan Syekh Abdul Majid Siraj, Tuan Syekh H Udin Syamsudin, Tuan Guru Jalaluddin Abdul Mutholib hingga Tuan Guru H Hamdan Abbas.
Lalu, rombongan ziarah ini berlanjut ke berbagai penjuru Kota Medan, seperti Jalan Mabar Sei Kera menuju pusara Syekh H Arsyad Thalib Lubis, dan Perumnas Mandala tempat dimakamkan H Hasbullah Hadi.
Rombongan ini juga sempat bertafakur di makam Syekh H Abdurrahman Syihab, H Adnan Nur Lubis, H Mahmud Syihabbudin, dan Syeikh H. Muhammad Yunus di kawasan Sei Deli.
Perjalanan ruhani ini berakhir di makam ulama H Abdul Halim Harahap di Pinang Baris, H M Nizar Syarif, H Harun Amin di Jalan Kemiri Simpang Limun, H Usman Serawy di Mariendal, dan para ulama di perkuburan Sei Mati, Medan Maimun.
