Medan (ANTARA) - Ratusan ustaz/ustazah, mubalig/mubaligah, alim ulama, dan warga Al Jam’iyatul Washliyah mendoakan bencana hidrometeorologi melanda 17 kabupaten/kota di wilayah Sumatera Utara (Sumut) segera berlalu.
Di antaranya Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Padangsidempuan, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Binjai, Medan, dan Deli Serdang.
"Tapteng (Tapanuli Tengah) dan Sibolga porak-poranda. Sesuai laporan BNPB, 166 meninggal dunia, lebih seratus hilang. Mereka saudara kita. Tidak beriman seseorang jika ia tidak mencintai saudaramu sebagaimana mencintai dirimu sendiri," tegas Ketua Pengurus Wilayah Al Washliyah Sumut Dedi Iskandar Batubara di Medan, Sabtu (29/11).
Menurutnya, bencana hidrometeorologi telah melanda belasan kabupaten/kota di wilayah Sumut terhitung sejak 24 hingga 29 November 2025.
Sembari menahan suara ketika menceritakan kondisi di wilayah terdampak, Dedi menyampaikan kritik keras terhadap pemerintah agar menghentikan perusakan hutan yang menyebabkan banjir makin sering terjadi.
“Jangan biarkan kita setiap November dan Desember hanya menunggu siapa yang akan mati. Kita saksikan ini akibat ulah tangan manusia," ucap Dedi yang juga anggota DPD RI ini.
Pihaknya juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran pengurus Al Washliyah di wilayah Sumatera Utara segera bergerak cepat.
Setidaknya terdapat 13 sekolah dan madrasah milik Al Washliyah di Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang, dan wilayah lainnya di Sumatera Utara ikut terendam.
"Majelis pendidikan kami minta segera melakukan pendataan, sementara Lembaga Amil Zakat tolong himpun donasi untuk perbaikan sekolah dan bantuan bagi warga terdampak," tutur Dedi.
Kegembiraan memperingati hari lahir ke-95 tahun organisasi massa Islam Al Jam’iyatul Washliyah yang didirikan di Medan, Sumatera Utara, pada 30 November 1930 ini juga diisi zikir dan doa dipimpin oleh Ustaz H Husin Ali Lc.
Suasana hening sesekali patah oleh isak haru warga Al Washliyah karena ada rasa syukur dan duka serta harapan yang pelan-pelan diangkat ke langit.
Ketua Panitia Hari Lahir ke-95 Tahun Al Washliyah Sumut Hayatsyah mengatakan, milad ke-95 ini bukan sekadar seremonial, tapi penuh religius setiap rangkaian sejak 24 hingga 30 November 2025.
"Malam ini cuaca sangat cerah. Kita meyakini zikir dan doa sebagai bentuk munajat kepada Allah SWT agar bencana segera berlalu. Semoga Allah SWT membuka pintu untuk di ijabah," ucap Hayatsyah.
Pewarta: Muhammad SaidEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026