Medan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memanfaatkan sejumlah lahan tidur di Dusun Lumban Gaol Desa Simanungkalit, Kecamatan Sipoholon guna mendukung Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan ketahanan pangan.
Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan di Sipoholon, Senin, mengatakan, pemanfaatan lahan tidur seluas 6-7 hektare tersebut juga akan menjadi sumber pangan masyarakat.
"Ini bukan hanya menghasilkan output berupa lahan yang terbuka, tetapi juga harus memberikan outcome nyata berupa peningkatan ekonomi masyarakat," ujar Deni.
Selain itu, pihaknya juga menegaskan komitmen Pemkab Tapanuli Utara dalam meningkatkan hasil berbagai sektor pertanian.
Meski potensi pertanian di Tapanuli Utara cukup besar, namuh produksi yang dihasilkan belum maksimal, terutama jika dibandingkan dengan daerah lain.
Pada 2024, hasil pertanian di Tapanuli Utara hanya mencapai Rp5 triliun. "Sementara Kabupaten Karo mencapai Rp15 triliun. Kita tertinggal jauh, hampir tiga kali lipat," kata dia.
Oleh karena itu, pihaknya bakal melakukan berbagai upaya agar hasil pertanian pada tahun-tahun mendatang dapat mengalami peningkatan
Untuk mewujudkan harrapan itu, Wakil Bupati menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menghasilkan manfaat nyata dalam meningkatkan hasil pertanian tersebut.
"Jangan sia-siakan upaya kita. Gotong-royonglah secara rutin," sebut dia.
Posma Simanungkalit, perwakilan masyarakat Desa Simanungkalit berharap lahan seluas 6–7 hektar yang baru dimanfaatkan itu tidak hanya diolah untuk pertanian, tetapi juga untuk kolam perikanan oleh BUMDes.
"Semoga ini dapat membantu pemulihan ekonomi masyarakat desa kami dan sekitarnya. Kami siap mendukung semua program pemerintah, hanya saja kami masih membutuhkan akses jalan usaha tani serta dukungan irigasi," ujar Posma.
