Medan (ANTARA) - Era ekonomi digital sudah berlangsung sejak 1980-an dengan menggunakan personal computer, dan internet sebagai teknologi menjadi kunci efisiensi bisnis.
Penggunaan teknologi digital, seperti personal computer dan internet tersebut menjadi awal perkembangan e-commerce atau perdagangan elektronik.
Di Indonesia, ekonomi digital mulai berkembang pada 2000-an dengan munculnya situs jual beli Kaskus di 1999, Bhinneka.com dan OLX/Tokobagus di 2005, Tokopedia di 2009, dan Gojek di 2010.
Ekonomi digital sendiri merupakan suatu kegiatan perekonomian mengandalkan bantuan internet atau Artificial Intelligence (AI).
Dengan ekonomi jenis ini, maka seseorang bisa menghasilkan uang dengan mudah yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh konsumen.
Seseorang tidak harus membangun toko secara fisik karena bisa berjualan secara daring, salah satunya lewat marketplace.
Lewat marketplace, AI membantu para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk mempercepat memproduksi konten, riset pasar, periklanan, dan layanan pelanggan.
Kini warung kopi di pinggir jalan, kantin di perkantoran, pedagang jajanan di rumah toko hingga warung ponsel menerima pembayaran digital.
Perkembangan ekonomi digital di Sumatera Utara (Sumut) semakin dinamis ditandai meningkatnya penerimaan masyarakat atas penggunaan instrumen pembayaran digital.
Hal ini didorong ekspansi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara nasional, dan percepatan pembiayaan digital.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumut hingga Juni 2025 mencatat, sebanyak 1,5 juta merchant atau pelaku usaha sebagai pengguna QRIS.
QRIS tidak cuma digunakan oleh pelaku UMKM, tetapi juga masyarakat Sumut secara umum, sehingga volume transaksi sebanyak 75,74 juta kali.
Penggunaan QRIS ini tumbuh sekitar 17,65 persen year on year dengan nilai transaksi mencapai Rp8,26 triliun periode Januari hingga Juni 2025.
Digitalisasi UMKM Sumatera Utara
Akhir 2025, Bank Sumut bertranformasi menjadi Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) dalam memberikan pelayanan prima terhadap nasabah, khususnya UMKM.
Data Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Sumut pada 2024 menyatakan, di Sumatera Utara ada 870 ribu lebih pelaku UMKM.
Berdasarkan data ini, baru 3 persen pelaku UMKM memiliki nomor induk berusaha (NIB), 7,7 persen memiliki akses pembiayaan, 19 persen mengadopsi teknologi, dan 4 persen mengakses pasar digital.
Tentunya, Bank Sumut berdiri pada 4 November 1961 bisa berperan dengan memperbesar pasar bagi pelaku UMKM di Sumatera Utara.
Seperti meningkatkan persentase pelaku UMKM memiliki NIB, kemudian mengakses pasar digital, memiliki akses pembiayaan, dan mengadopsi teknologi.
Dengan penguatan inovasi layanan produk Bank Sumut, dan penyelarasan strategi membangun ekonomi digital sebanyak 870 ribu pelaku UMKM.
Namun kondisi ini tidak terlepas dari persaingan semakin tinggi di industri perbankan, tapi Bank Sumut bisa memfokuskan diri mendorong pelaku UMKM terus berinovasi meningkatkan kualitas produknya.
Setidaknya, Bank Sumut yang telah berusia 64 tahun tersebut harus menyediakan gerai bagi pelaku UMKM memasarkan produknya.
Untuk produk diminati, seperti di bidang kuliner akan terus berkembang dan tidak pernah meredup karena kebutuhan dasar semua individu.
Beragam produk bisnis kuliner ini merupakan peluang, di antaranya oleh-oleh unik sesuai ciri khas suatu daerah.
Kemudian, di bidang feysen memiliki peluang besar meraih keuntungan asal diperkuat oleh dinamika tren dengan terus berinovasi, khususnya generasi muda.
Minimal terdapat satu gerai di Bank Sumut sudah membantu bisnis UMKM menjadi penopang utama perekonomian masa krisis di Sumatera Utara.
Bank Sumut memiliki 3 kantor cabang koordinator, kemudian 34 kantor cabang konvensional, dan 6 kantor cabang syariah.
Bank Pembangunan Daerah (BPD) ini memiliki 155 kantor cabang pembantu (KCP) konvensional, 16 KCP syariah, dan 87 gerai payment point tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Untuk pembayaran, Bank Sumut bisa mewajibkan setiap pembelian produk di gerai UMKM harus bertransaksi lewat Internet Banking, Mobile Banking, Wallet, dan QRIS.
Edukasi keamanan transaksi digital
Keamanan transaksi ekonomi digital menjadi kata kunci industri perbankan atas kemungkinan segala bentuk fraud atau kecurangan.
Lonjakan transaksi merupakan tanda positif industri perbankan karena masyarakat semakin melek pada sistem pembayaran digital.
Suatu sistem transaksi pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan efisien terus didorong guna mendukung aktivitas perekonomian.
Bank Sumut sebagai salah satu penyelenggara jasa pembayaran juga telah melakukan berbagai langkah pengamanan.
Seperti autentikasi berlapis, penggunaan biometrik, pemantauan transaksi real-time hingga pembatasan aktivitas ketika terdeteksi pola tidak wajar.
Bank Sumut telah berkolaborasi dengan PT Multipolar Technology Tbk untuk memperkuat keamanan layanan digital agar memberikan kenyamanan, dan keamanan bertransaksi bagi nasabahnya.
Termasuk memanfaatkan solusi digital VisionDG modul Fraud Detection System (FDS) dari Multipolar Technology.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Utara menilai, bahwa stabilitas sektor jasa keuangan di Sumatera Utara tetap terjaga hingga akhir 2025.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, OJK Sumatera Utara telah menindaklanjuti 2.195 pengaduan masyarakat atas sektor jasa keuangan.
Selain itu, OJK juga aktif meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui 1.288 kegiatan edukasi di berbagai daerah di Sumatera Utara.
Sektor unggulan Sumatera Utara
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution terus mendorong inovasi sektor hilirisasi berbagai produk unggulan di wilayah Sumatera Utara.
Pemprov Sumut telah menetapkan tiga komoditas unggulan perkebunan bernilai industri, yakni kelapa dalam, kopi, dan aren, selain sektor peternakan dan perikanan.
Data Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumut pada 2024 menyebutkan, luas perkebunan rakyat di Sumatera Utara mencapai 2,1 juta hektare yang ditanami, seperti kelapa sawit, karet, kopi, kakao, kelapa dalam, dan aren.
Di antaranya kelapa dalam memiliki luas area tanaman sekitar 111,69 ribu hektare, kopi tercatat 98,56 ribu hektare, dan aren seluas 7.000 hektare.
Untuk sektor peternakan yang tengah dikaji, yakni sapi potong dan kambing sapera merupakan prioritas pengembangan, dan sektor perikanan difokuskan ikan asin dan ikan teri.
Dengan kebijakan inovasi sektor hilirisasi produk unggulan bernilai industri ini, maka Bank Sumut bisa menghadirkan layanan digital platform Agree.
Platform Agree merupakan kerja sama Bank Sumut dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dalam layanan digital sektor pertanian yang terjalin pada 2022.
Kolaborasi ini menciptakan keuntungan kedua belah pihak guna menunjang masing-masing bisnis, dan mendukung pengembangan ekosistem agrikultur di masa mendatang.
Telkom siap menciptakan ekosistem pertanian digital hulu ke hilir berkolaborasi dengan pemangku kebijakan.
Adapun permasalahan utama pertanian di Sumatera Utara, khususnya petani sendiri adalah permodalan.
Di Agree, seorang petani yang terdaftar memiliki akses perbankan dan bisa mengatasi permodalan, bahkan sejak awal pembibitan.
Termasuk meningkatkan hasil pertanian, dan kesejahteraan para petani melalui pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Pemanfaatan teknologi lewat aplikasi ini dinilai bisa menumbuhkan petani millenial, dan meningkatkan daya saing produk pertanian di Sumatera Utara.
5 pilar pembangunan Sumatera Utara
Bank Sumut bisa mewujudkan visi Kolaborasi Sumut Berkah menuju Sumatera Utara unggul, maju dan berkelanjutan.
Ada 5 pilar pembangunan Sumatera Utara, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), menjaga stabilitas makro ekonomi daerah, dan perbaikan tata kelola pemerintahan.
Kemudian, pengembangan dan menata infrastruktur berkualitas, estetis, dan ramah lingkungan, serta memperkuat ketahanan sosial dan budaya membangun masyarakat Sumut yang tangguh.
Di antaranya meningkatkan kualitas SDM, Pemprov Sumut menyediakan anggaran Rp43 miliar guna merealisasikan Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG) bagi siswa SMA/SMK/SLB negeri se-Sumut tahun ajaran 2026–2027.
PUBG ini diterapkan di 10 kabupaten/kota se-Sumut meliputi Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Gunungsitoli, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Langkat.
Untuk layanan kesehatan direalisasikan lewat Program Berobat Gratis (Probis) Sumut Berkah yang merupakan tahun kedua dengan anggaran Rp472 miliar.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Sumut bersama BPJS Kesehatan telah menerapkan Probis Sumut Berkah pada 172 rumah sakit, 619 puskesmas, dan 510 klinik.
Untuk menjaga stabilitas makro ekonomi daerah, Pemprov Sumut memiliki program Jaminan Kestabilan Harga Komoditas Pertanian (Jaskop).
Awal tahun ini, Jaskop mengantarkan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menerima Satya Lencana Wirakarya dari Presiden RI Prabowo Subianto setelah provinsi ini mengalami surplus beras 520 ribu ton pada 2025.
Sedangkan pengembangan dan menata infrastruktur berkualitas, Pemprov Sumut menyiapkan anggaran Rp1,9 triliun lewat Pembangunan Infrastruktur Terintegrasi (Instansi) tahun ini.
Baik PUBG, Probis Sumut Berkah, Jaskop maupun Instansi menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
Hal ini guna mencapai target utama pembangunan, yakni peningkatan produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita dari Rp73,57 juta pada 2024 menjadi Rp115,3 juta pada 2029.
Pertumbuhan ekonomi dari 5,03% menjadi 6,8% pada 2029, penurunan angka kemiskinan dari 7,19% pada 2024 menjadi 2,82% sampai 3,82% pada 2029, dan lain sebagainya.
Setidaknya, kinerja Bank Sumut pada 2025 tetap terjaga di tengah tekanan fiskal dapat berkontribusi menyukseskan 5 pilar pembangunan Sumatera Utara.
Perseroan ini mencatatkan laba sebesar Rp755 miliar, dan total aset mencapai Rp48,6 triliun.
Sedangkan penyaluran kredit tercatat sebesar Rp32 triliun, dan dana pihak ketiga tercatat Rp38,6 triliun.
Bank Sumut telah bertekad menjadi pemenang dalam persaingan di era digitalisasi ini, khususnya industri perbankan.
Sinergi Bank Sumut membangun ekonomi digital Sumatera Utara dengan terus berinovasi mengapai kepuasan nasabah menjadi cita-cita yang harus diwujudkan.
Pewarta: Muhammad SaidEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.