Madina (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar gerakan pangan murah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.
Gerakan pangan murah dengan komoditas beras yang dilaksanakan di pasar eks Bioskop Tapanuli, Kelurahan Kayujati, Kecamatan Panyabungan itu dibuka oleh Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution, Kamis, (14/8).
Atika mengatakan, Gerakan Pangan Murah (GPM) ini bertujuan dalam rangka stabilitas pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi daerah.
"Ini adalah program nasional dengan melibatkan pemerintah provinsi dan daerah," katanya.
Wabup berharap dengan adanya pasar murah ini dapat melapangkan masyarakat di tengah situasi ekonomi yang tak menentu.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Madina menyiapkan 1.400 sak beras untuk dijual kepada masyarakat dengan harga di bawah HET.
"Kalau ada nanti yang menjual di atas harga Rp60 ribu per sak, sampaikan kepada saya," tegas Wabup Atika.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Taufik Zulhandra Ritonga mengatakan, kegiatan pasar murah ini merupakan kali ketiga dalam rentang tiga pekan terakhir yang dilakukan oleh pemerintah daerah.
Sebelumnya, Pemkab Madina menyelenggarakan gerakan pangan murah di Gunung Tua pada 31 Juli 2025 dan di pasar ini pada 7 Agustus 2025 dengan masing-masing tujuh ton per sekali kegiatan. Setiap saknya dibanderol Rp 60 ribu atau setara Rp12 ribu per kilogram.
"Sudah tiga kali pasar murah ini dilakukan, sebelumnya di Gunungtua dan hari ini kali kedua di Pasar Eks Bioskop Tapanuli, diadakan setiap Kamis," kata kadis.
Dia mengungkapkan, saat ini harga beras premium ada di angka Rp16 ribu per kilogram. Taufik menegaskan setiap KK hanya diperbolehkan mendapat atau membeli empat sak sehingga lebih banyak masyarakat yang kebagian.
"Karena harga sedang tinggi, ini untuk menekan harga beras di Madina," sebut dia.
