Medan (ANTARA) - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyatakan petugas haji harus menjaga sikap dan menjadi teladan bagi jamaah calon haji.
"Menjadi teladan bagi jamaah, baik pelayanan, pembinaan maupun menjalankan tugas dengan profesional dan ikhlas," ucap Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sumut Ahmad Qosbi di Medan, Jumat.
Dia menjelaskan, petugas haji harus memiliki moral yang baik, menghindari perbuatan tercela, dan berlaku sopan menghadapi setiap permasalahan, baik permasalahan yang datangnya dari jamaah calon haji, khususnya asal Sumatera Utara maupun luar jamaah, terutama ketika berada di Tanah Suci.
Data Kanwil Kemenag Provinsi Sumut menyebutkan, sebanyak 8.328 kuota haji reguler asal Sumatera Utara akan diberangkatkan ke Tanah Suci musim haji tahun ini.
Total kuota haji reguler itu terdiri atas 7.757 calon haji reguler, 416 lanjut usia prioritas, selebihnya Pembimbing Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU) dan Petugas Haji Daerah.
"Dalam mengemban tugas mulia ini, petugas haji harus mengutamakan pelayanan kepada jamaah di atas urusan pribadi. Laksanakan tugas dengan ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab," kata Qosbi.
Dia juga mengingatkan petugas haji untuk meluruskan niat karena tugas dan fungsi yang diemban oleh setiap petugas tidaklah ringan.
Petugas haji harus memiliki integritas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada setiap jamaah haji.
Selama di Tanah Suci, petugas haji juga harus memperbanyak ibadah, di antaranya berdoa di tempat mustajab, seperti di depan Ka'bah, di antara Safa dan Marwa, dan Masjidil Haram.
"Petugas haji juga diimbau memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan juga merupakan amalan yang baik," tutur Qosbi.
Kementerian Agama telah menerbitkan rencana perjalanan ibadah haji 1446 Hijriah/2025 Masehi setelah memutuskan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) bersama Panitia Kerja Haji Komisi VIII DPR RI.
"Pada 1 Mei 2025, jamaah haji mulai masuk asrama haji. Pada 2 Mei 2025, awal pemberangkatan jamaah haji gelombang I dari Tanah Air ke Madinah," ujar Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Hilman Latief di Jakarta, Rabu (8/1).*