• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News sumut
Minggu, 8 Maret 2026
Antara News sumut
Antara News sumut
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Berita Sumut
    • Asahan
    • Batubara
    • Binjai
    • Dairi
    • Deli Serdang
    • Diskop UMKM Kota Medan
    • Gunungsitoli
    • Humbang Hasundutan
    • Karo
    • Labuhan Batu
    • Labuhanbatu Selatan
    • Labuhanbatu Utara
    • Langkat
    • Madina
    • Medan
    • Nias
    • Nias Barat
    • Nias Selatan
    • Nias Utara
    • Padang Lawas
    • Padang Lawas Utara
    • Padang Sidempuan
    • Pakpak Barat
    • Pematang Siantar
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Sibolga
    • Simalungun
    • Tanjung Balai
    • Tapanuli Selatan
    • Tapanuli Tengah
    • Tapanuli Utara
    • Tebing Tinggi
    • Toba
    • Nasional
      • Pemerintah targetkan pembangunan irigasi Bendung Sei Wampu selesai 2026

        Pemerintah targetkan pembangunan irigasi Bendung Sei Wampu selesai 2026

        Sabtu, 8 November 2025 20:38

        Menteri PU: Floodway Sikambing-Belawan solusi atasi banjir dua kecamatan di Medan

        Menteri PU: Floodway Sikambing-Belawan solusi atasi banjir dua kecamatan di Medan

        Sabtu, 8 November 2025 19:42

        Menteri PU targetkan penanganan longsor ruas Medan-Berastagi di Sembahe rampung Desember

        Menteri PU targetkan penanganan longsor ruas Medan-Berastagi di Sembahe rampung Desember

        Sabtu, 8 November 2025 16:19

        Teuku Rahmatsyah dipercaya jabat Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, ini sosoknya

        Teuku Rahmatsyah dipercaya jabat Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, ini sosoknya

        Selasa, 14 Oktober 2025 13:30

        41 hakim dimutasi dalam rapim Mahkamah Agung Mei 2025, berikut daftarnya

        41 hakim dimutasi dalam rapim Mahkamah Agung Mei 2025, berikut daftarnya

        Sabtu, 10 Mei 2025 23:30

    • Regional
      • Dinkes: Korban keracunan makanan capai 132 orang

        Dinkes: Korban keracunan makanan capai 132 orang

        Rabu, 5 Juni 2024 21:40

        Elfin Elyas sebut perlunya optimalisasi Jalur distribusi wilayah Pantai Barat Sumut

        Elfin Elyas sebut perlunya optimalisasi Jalur distribusi wilayah Pantai Barat Sumut

        Rabu, 6 September 2023 20:48

        Bastian Panggabean lantik pengurus DPD IPK Padang Lawas

        Bastian Panggabean lantik pengurus DPD IPK Padang Lawas

        Kamis, 19 Januari 2023 21:27

        Aktivitas lempeng Indo-Australia akibatkan gempa  di Singkil, Aceh

        Aktivitas lempeng Indo-Australia akibatkan gempa di Singkil, Aceh

        Senin, 16 Januari 2023 9:28

        UAH apresiasi pinjaman tanpa bunga di Bukittinggi

        UAH apresiasi pinjaman tanpa bunga di Bukittinggi

        Senin, 17 Oktober 2022 0:30

    • Ekonomi Dan Bisnis
      • Harga emas Antam Sabtu ini  melonjak Rp35.000 jadi Rp3,059 juta per gr

        Harga emas Antam Sabtu ini melonjak Rp35.000 jadi Rp3,059 juta per gr

        Sabtu, 7 Maret 2026 14:40

        Damara 2 sukses, Samera Group lanjut Alaya Samera kawasan bebas banjir

        Damara 2 sukses, Samera Group lanjut Alaya Samera kawasan bebas banjir

        Sabtu, 7 Maret 2026 14:29

        Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian alami penurunan harga Sabtu pagi

        Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian alami penurunan harga Sabtu pagi

        Sabtu, 7 Maret 2026 14:28

        KAI Sumut pastikan angkutan barang tetap beroperasi selama Lebaran

        KAI Sumut pastikan angkutan barang tetap beroperasi selama Lebaran

        Jumat, 6 Maret 2026 15:25

        Jumat ini harga emas Antam turun Rp25.000 ke angka Rp3,024 juta/gram

        Jumat ini harga emas Antam turun Rp25.000 ke angka Rp3,024 juta/gram

        Jumat, 6 Maret 2026 10:38

    • Hukum dan Kriminal
      • Anak polisikan ibu kandung, sengketa perusahaan berujung penetapan tersangka

        Anak polisikan ibu kandung, sengketa perusahaan berujung penetapan tersangka

        Sabtu, 7 Maret 2026 16:29

        Kemenkum Sumut tandatangani perjanjian pelaksanaan bantuan hukum 2026

        Kemenkum Sumut tandatangani perjanjian pelaksanaan bantuan hukum 2026

        Sabtu, 7 Maret 2026 14:10

        Kemenkum Sumut pastikan seluruh paket telah terumumkan penutupan RUP 2026

        Kemenkum Sumut pastikan seluruh paket telah terumumkan penutupan RUP 2026

        Kamis, 5 Maret 2026 22:30

        Kemenkum Sumut tekankan respon cepat atas laporan masyarakat

        Kemenkum Sumut tekankan respon cepat atas laporan masyarakat

        Kamis, 5 Maret 2026 22:22

        Pakar: Gugatan masa jabatan Kapolri dibenarkan demi kepastian hukum

        Pakar: Gugatan masa jabatan Kapolri dibenarkan demi kepastian hukum

        Kamis, 5 Maret 2026 8:35

    • Olahraga
      • Bulu Tangkis
      • Futsal
      • Piala Dunia
      • Piala Eropa
      • PSMS
      • Sepakbola
      • Tenis
      • Editorial
          • Artikel
          Meneguhkan Kewajiban Zakat dan Menguatkan Sinergi Wakaf, Infaq dan Sadaqah dalam Membangun Ekonomi Umat

          Meneguhkan Kewajiban Zakat dan Menguatkan Sinergi Wakaf, Infaq dan Sadaqah dalam Membangun Ekonomi Umat

          Rabu, 4 Maret 2026 11:31

          Keuangan publik Islam dari zakat ke sadaqah, infaq dan wakaf

          Keuangan publik Islam dari zakat ke sadaqah, infaq dan wakaf

          Selasa, 3 Maret 2026 20:42

          Afirmasi negara dan pentingnya penataan tata kelola pendidikan keagamaan

          Afirmasi negara dan pentingnya penataan tata kelola pendidikan keagamaan

          Jumat, 6 Februari 2026 9:15

          Dua dekade, PWI Tanjungbalai "lahirkan" 21 wartawan kompeten

          Dua dekade, PWI Tanjungbalai "lahirkan" 21 wartawan kompeten

          Rabu, 31 Desember 2025 15:34

      • Peristiwa
        • Jenazah Vidi Aldiano dimakamkan di TPU Tanah Kusir

          Jenazah Vidi Aldiano dimakamkan di TPU Tanah Kusir

          Minggu, 8 Maret 2026 11:55

          Pakar IT ingatkan waspada  penipuan nomor HP jelang Lebaran

          Pakar IT ingatkan waspada penipuan nomor HP jelang Lebaran

          Minggu, 8 Maret 2026 11:49

          Gunung Semeru erupsi  lontarkan abu vulkanik 400 meter pagi ini

          Gunung Semeru erupsi lontarkan abu vulkanik 400 meter pagi ini

          Jumat, 6 Maret 2026 5:57

          Tanda-tanda orang dengan tekanan emosional butuh bantuan profesional

          Tanda-tanda orang dengan tekanan emosional butuh bantuan profesional

          Jumat, 6 Maret 2026 5:29

          Korban tewas serangan AS di Iran capai 1.045 orang

          Korban tewas serangan AS di Iran capai 1.045 orang

          Kamis, 5 Maret 2026 18:41

      • Cuaca
        • BMKG: Waspadai potensi gelombang tinggi di perairan Sumatera Utara

          BMKG: Waspadai potensi gelombang tinggi di perairan Sumatera Utara

          Senin, 2 Maret 2026 12:32

          Mendes puji Gubernur Sumut kawal Nias Utara dari status tertinggal

          Mendes puji Gubernur Sumut kawal Nias Utara dari status tertinggal

          Kamis, 26 Februari 2026 5:45

          Pemkot Medan gelontorkan Rp2,9 miliar gelar Ramadhan Fair XX 2026

          Pemkot Medan gelontorkan Rp2,9 miliar gelar Ramadhan Fair XX 2026

          Selasa, 24 Februari 2026 22:05

          Mendikdasmen: Program MBG merupakan investasi masa depan Indonesia

          Mendikdasmen: Program MBG merupakan investasi masa depan Indonesia

          Selasa, 17 Februari 2026 9:24

          PMI Sumut layani warga pascabencana banjir di Tapanuli Selatan

          PMI Sumut layani warga pascabencana banjir di Tapanuli Selatan

          Minggu, 8 Februari 2026 0:34

      • Foto
        • Stosa Cultural Festival 2026 : Wadah Seni dan Keberagaman Budaya SMA Santo Thomas 1 Medan

          Stosa Cultural Festival 2026 : Wadah Seni dan Keberagaman Budaya SMA Santo Thomas 1 Medan

          Selasa, 3 Maret 2026 15:07

          Berburu pakat untuk menu berbuka puasa

          Berburu pakat untuk menu berbuka puasa

          Jumat, 20 Februari 2026 17:48

          Kodam I/Bukit Barisan  Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi 2026 

          Kodam I/Bukit Barisan  Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi 2026 

          Sabtu, 14 Februari 2026 18:45

          Mahasiswa Polmed ciptakan game edukasi pemilahan sampah

          Mahasiswa Polmed ciptakan game edukasi pemilahan sampah

          Senin, 26 Januari 2026 16:18

          Pemantauan penyaluran MBG di Medan

          Pemantauan penyaluran MBG di Medan

          Rabu, 14 Januari 2026 11:29

      • Video
        • KAI Divre I Sumut lakukan pemeriksaan rel jelang angkutan lebaran

          KAI Divre I Sumut lakukan pemeriksaan rel jelang angkutan lebaran

          Jumat, 6 Maret 2026 19:59

          Satgas Pangan Polda Sumut pastikan stok sembako aman jelang Lebaran

          Satgas Pangan Polda Sumut pastikan stok sembako aman jelang Lebaran

          Jumat, 6 Maret 2026 14:34

          Korupsi proyek jalan, Eks Kadis PUPR Sumut dituntut 5,5 tahun penjara

          Korupsi proyek jalan, Eks Kadis PUPR Sumut dituntut 5,5 tahun penjara

          Kamis, 5 Maret 2026 23:06

          Bulog Sumut pastikan stok beras dan minyak goreng aman hingga lebaran

          Bulog Sumut pastikan stok beras dan minyak goreng aman hingga lebaran

          Selasa, 3 Maret 2026 0:40

          Pemko Medan buka mudik gratis, kuota mudik terpenuhi pada hari pertama

          Pemko Medan buka mudik gratis, kuota mudik terpenuhi pada hari pertama

          Senin, 2 Maret 2026 19:19

      Bijak mengelola screen time pada anak usia dini

      Rabu, 17 September 2025 17:14 WIB 13255

      Bijak mengelola screen time pada anak usia dini

      Tim pengabdian FISIP USU telah menyelenggarakan Workshop "Bijak Mengelola Screen Time pada Anak Usia Dini" di TK Nurul Huda. ANTARA/HO-dokumen pribadi

      Medan (ANTARA) - Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan konsumsi media pada anak-anak, termasuk screen time yang berlebihan. Penggunaan media digital tanpa pengawasan dapat berdampak negatif pada perkembangan anak, seperti hiperaktivitas, kurangnya keterampilan sosial, dan kecenderungan menjadi lebih individualis.

      Fenomena menunjukkan masih banyak orang tua yang belum memiliki pemahaman cukup mengenai dampak negatif dari media khususnya media digital. Orang tua belum memiliki keterampilan dalam mengelola screen time dengan bijak.

      Tim pengabdian FISIP USU telah menyelenggarakan Workshop "Bijak Mengelola Screen Time pada Anak Usia Dini" di TK Nurul Huda. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan orang tua dalam membimbing serta membatasi penggunaan media digital oleh anak-anak. Dana pengabdian di dukung oleh LPPM USU Tahun 2025

      Kegiatan akan mencakup penyuluhan mengenai baik buruknya media, screen time, serta peran orang tua dalam membatasi screen time pada anak. Program ini diharapkan membantu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan anak.

      Pengabdian ini juga diharapkan pemahaman orang tua serta perubahan pola pengawasan dan pendampingan mereka terhadap screen time anak. Diharapkan program ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi perkembangan anak dan memberikan kontribusi dalam mendukung SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas).

      Perkembangan teknologi digital dan internet semakin pesat, memungkinkan akses mudah ke berbagai platform media seperti YouTube, TikTok, dan game online. Penggunaannya pun semakin meluas, mencakup berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak usia dini.

      Namun, kemudahan akses ini juga berkontribusi meningkatkan pola konsumsi media bagi seluruh kelompok usia. Selain itu, tidak semua konten yang tersedia di media layar ramah anak, banyak di antaranya mengandung unsur kekerasan, mistik, serta konten yang tidak sesuai dengan usia anak (Yumarni, 2022).

      Dra. Mazdalifah MSi. Ph.D. saat memberikan materi pada Workshop "Bijak Mengelola Screen Time pada Anak Usia Dini" di TK Nurul Huda. (ANTARA/HO-)

      Berbagai video yang berisi adegan kekerasan dengan mudah ditemui di internet, yang merupakan bentuk nyata dari video tidak mendidik yang kerap dijumpai dalam berbagai platform digital (Rochimah & Junaedi, 2013). Tanpa adanya pengawasan yang memadai, anak-anak dapat terpapar konten yang tidak sesuai dengan perkembangan usia mereka.

      Selain itu, semakin tinggi konsumsi media digital pada anak, semakin besar kemungkinan mereka terekspos pada konten yang kurang mendidik atau bahkan berbahaya, karena orang tua memiliki tanggung jawab utama dalam mengawasi tontonan anak mereka (Chen, 2005).

      Dampak dari paparan media digital terhadap anak usia dini menjadi perhatian utama. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital memiliki dampak positif maupun negatif yang sangat dipengaruhi oleh durasi dan jenis konten yang dikonsumsi.

      Menurut Sapardi (2018), penggunaan media digital, baik melalui smartphone maupun smart television, dapat meningkatkan pengetahuan anak melalui akses informasi serta permainan edukatif yang dapat merangsang perkembangan kognitif mereka. Namun, penggunaan smartphone yang berlebihan tanpa pengawasan dapat berdampak negatif pada perkembangan anak.

      Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hal ini dapat menyebabkan masalah perilaku seperti hiperaktivitas, kurangnya keterampilan sosial, dan kecenderungan menjadi lebih individualis. Misalnya, penelitian oleh Sisbintari & Setiawati (2022) menemukan bahwa penggunaan smartphone yang berlebihan pada anak usia dini dapat mengurangi interaksi dan komunikasi, membuat anak menjadi pendiam, lebih suka menyendiri, dan tidak sabaran.

      Oleh karena itu, keseimbangan dalam penggunaan media digital sangat penting agar anak-anak dapat memperoleh manfaatnya tanpa mengalami dampak negatif.

      Waktu yang dihabiskan dalam media layar, baik itu televisi, smartphone, tablet, atau komputer, disebut sebagai screen time. Screen time mencakup berbagai aktivitas seperti menonton video, bermain game, mengakses media sosial, serta membaca atau belajar melalui perangkat digital menurut Tremblay, et al (dalam Adistyo & Gunawan 2024).

      Berdasarkan penelitian Liu et al. (2021), durasi screen time yang tinggi pada anak sejak usia dini dapat berkontribusi pada masalah perilaku di kemudian hari. Studi tersebut menemukan bahwa screen time yang tidak terkontrol pada anak usia 6 bulan hingga 2,5 tahun dapat memicu hiperaktivitas pada usia 4 tahun.

      Selain itu, paparan media dengan konten kekerasan juga berhubungan dengan meningkatnya agresivitas dan rendahnya kemampuan regulasi diri pada anak usia prasekolah (Fitzpatrick et al., 2016).

      Penelitian Nikmah & Lubis (2021) juga menemukan bahwa intensitas screen time yang tinggi berhubungan dengan meningkatnya perilaku agresif pada anak usia dini.

      Tidak hanya dari smartphone, paparan smart television yang berkepanjangan juga dapat berkontribusi terhadap pola pikir pasif serta penurunan interaksi sosial anak dengan lingkungan sekitar.

      Oleh karena itu, screen time yang tidak terkendali dan kualitas konten yang dikonsumsi anak turut menjadi salah satu faktor utama yang menentukan dampak positif atau negatif dari penggunaan media digital.

      Di lingkungan TK Nurul Huda, sebuah sekolah yang berdiri di daerah pedesaan yang dikelilingi oleh perkebunan kelapa sawit milik swasta, terdapat sejumlah anak usia dini yang menjadi bagian dari lembaga pendidikan ini. Meskipun mereka tinggal di daerah pedesaan, penggunaan media digital tetap marak terjadi.

      Sayangnya, secara umum, belum ada aturan atau pengawasan yang jelas terhadap penggunaan smartphone dan smart television oleh anak-anak di lingkungan tersebut. Banyak anak yang menggunakan smartphone secara bebas atau menghabiskan waktu lama di depan televisi tanpa adanya batasan yang jelas dari orang tua atau pengasuh mereka.

      Di daerah pedesaan seperti Sukaluwei, akses internet mungkin lebih terbatas dibandingkan perkotaan, tetapi television tetap menjadi media utama bagi anak-anak untuk mengonsumsi berbagai jenis konten.

      Mengacu pada rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI, 2020), screen time bagi anak usia dini harus dibatasi. Untuk anak prasekolah (3-6 tahun), screen time yang dianjurkan tidak lebih dari satu jam per hari. Sementara itu, anak usia 6-12 tahun sebaiknya tidak menghabiskan lebih dari 90 menit per hari di depan layar.

      Pengawasan orang tua menjadi faktor kunci dalam memastikan bahwa anak-anak tidak menghabiskan waktu berlebihan dengan media layar dan hanya mengakses konten yang sesuai untuk usia mereka.

      Berdasarkan kondisi tersebut, perlu adanya pendekatan yang lebih baik dalam mengedukasi orang tua murid TK Nurul Huda mengenai pentingnya pengawasan serta pendampingan terhadap penggunaan media digital, serta pengelolaan terhadap screen time pada anak, baik melalui smartphone maupun smart television.

      Peran orang tua dalam membimbing serta membatasi screen time anak menjadi sangat penting untuk menghindari dampak negatif yang dapat menghambat perkembangan sosial dan emosional mereka. Dengan adanya kesadaran dari orang tua, diharapkan penggunaan media digital di kalangan anak-anak dapat lebih terkontrol dan memberikan manfaat yang lebih positif.

      MASALAH
      Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan di TK Nurul Huda, yang terletak di desa Sukaluwei, Kecamatan Bangun Purba, Deli Serdang. Masalah utama yang dihadapi dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Banyak orang tua belum memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam mengelola penggunaan media digital anak, sehingga screen time sering kali melebihi batas yang direkomendasikan.

      Kondisi ini berdampak pada perkembangan sosial, emosional, dan kesehatan anak, seperti kesulitan berinteraksi, kecenderungan individualis, serta risiko perilaku hiperaktif. Minimnya pengawasan juga membuat anak rentan terpapar konten yang tidak sesuai usia.

      Hasil observasi dan diskusi dengan pihak sekolah dan orang tua menunjukkan perlunya program edukasi untuk meningkatkan kesadaran dan peran orang tua dalam membatasi screen time, sejalan dengan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) yang menekankan pentingnya pengembangan anak usia dini secara optimal.

      METODE
      Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah metode pendampingan partisipatif dengan pendekatan pendidikan orang dewasa (andragogi). Pendekatan ini bertujuan untuk melibatkan orang tua secara aktif dalam setiap tahap kegiatan melalui ceramah, diskusi, dan workshop interaktif.

      Diharapkan, metode ini dapat meningkatkan pemahaman serta keterampilan orang tua dalam mengelola screen time anak secara bijak.

      Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan oleh Tim FISIP USU adalah sebagai berikut:
      Pra-Survei Lokasi dan Diskusi Awal: Tahap pertama dilakukan melalui kunjungan awal ke TK Nurul Huda. Tim pengabdian bertemu dengan Kepala TK untuk menggali informasi mengenai permasalahan yang dihadapi orang tua dalam mengelola screen time anak.

      Selain itu, tim juga mengidentifikasi kebutuhan serta kesiapan pihak sekolah dalam mendukung pelaksanaan kegiatan. Penyusunan Kegiatan dan Anggaran: Berdasarkan hasil pra-survei, tim menyusun rencana kegiatan yang mencakup tema workshop, materi yang akan disampaikan, serta anggaran yang diperlukan.

      Dalam tahap ini, bentuk workshop ditentukan untuk mencakup ceramah, diskusi, dan praktik langsung. Penetapan anggaran juga dilakukan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan kegiatan.

      Pencarian Narasumber dan Penyusunan Materi: Berdasarkan hasil pra-survei, tim menyusun rencana kegiatan, materi yang akan disampaikan, serta anggaran yang dibutuhkan. Penentuan bentuk kegiatan difokuskan pada ceramah, diskusi interaktif, dan workshop agar sesuai dengan kebutuhan peserta.

      Pencarian Narasumber dan Penyusunan Materi: Tim pengabdian merekrut narasumber yang kompeten, termasuk mahasiswa yang berpengalaman di bidang komunikasi, untuk mendampingi pelaksanaan kegiatan. Materi disusun secara terstruktur sesuai dengan kebutuhan orang tua, meliputi dampak media digital, batasan screen time, serta strategi pengawasan yang efektif.

      Diskusi dengan Pihak TK: Sebelum pelaksanaan, tim berdiskusi lebih lanjut dengan Kepala TK untuk menentukan metode pelaksanaan kegiatan, jadwal yang tepat, serta sarana pendukung yang dibutuhkan. Diskusi ini juga bertujuan untuk menyesuaikan penyampaian kegiatan dengan karakteristik peserta, yaitu para orang tua murid.

      Pelaksanaan Workshop: Kegiatan workshop berlangsung selama dua hari, dengan rincian sebagai berikut:

      Hari Pertama: Penyampaian materi mengenai dampak positif dan negatif media digital bagi anak usia dini, rekomendasi batasan screen time yang ideal, peran orang tua dalam membimbing penggunaan smartphone, serta strategi pengawasan yang efektif.

      Sesi ini ditutup dengan diskusi interaktif mengenai tantangan yang dihadapi orang tua dan solusi yang dapat diterapkan.

      Hari Kedua: Workshop interaktif berupa praktik penyusunan jadwal screen time yang sehat untuk anak. Peserta juga mengikuti sesi evaluasi dan umpan balik untuk menilai manfaat kegiatan dan kemungkinan tindak lanjut.

      Penyusunan Laporan dan Publikasi Karya: Tahap terakhir adalah penyusunan laporan kegiatan yang mencakup dokumentasi berupa foto dan video, serta publikasi di media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Selain itu, tim juga menyusun artikel ilmiah berdasarkan hasil kegiatan ini sebagai kontribusi akademik dalam bidang pengabdian masyarakat.

      Metode ini diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada orang tua, meningkatkan kesadaran mereka tentang dampak media digital, serta membekali dengan keterampilan praktis dalam mengelola screen time anak secara bijak.

      HASIL DAN PEMBAHASAN
      Berdasarkan hasil pra-survei yang dilakukan di TK Nurul Huda, ditemukan bahwa sebagian besar orang tua belum memiliki pemahaman yang cukup mengenai dampak negatif screen time yang berlebihan pada anak usia dini. Banyak orang tua masih membiarkan anak-anak menggunakan smartphone atau menonton televisi tanpa adanya aturan yang jelas terkait durasi maupun jenis konten yang dikonsumsi.

      Kondisi ini sejalan dengan penelitian Liu et al. (2021) yang menunjukkan bahwa screen time yang tidak terkontrol sejak usia dini dapat memicu masalah perilaku seperti hiperaktivitas dan rendahnya kemampuan regulasi diri. Hal ini menegaskan pentingnya edukasi bagi orang tua agar mampu berperan aktif dalam mengelola penggunaan media digital anak.

      Sejalan dengan penelitian sebelumnya, semakin tinggi intensitas konsumsi media digital, semakin besar pula kemungkinan anak terekspos pada konten negatif (Chen, 2005). Oleh karena itu, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peran orang tua sebagai pengawas utama dalam membimbing serta membatasi konsumsi media anak.

      Dengan pengawasan yang tepat, dampak negatif dapat diminimalisasi, dan media digital tetap dapat dimanfaatkan secara positif sebagai sarana hiburan sekaligus pembelajaran.

      Pelaksanaan kegiatan pengabdian berupa workshop dilaksanakan selama dua hari pada 1617 Juni 2025 dengan tujuan utama meningkatkan kesadaran dan pemahaman para orang tua terkait isu screen time pada anak. Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk menyampaikan pengetahuan, tetapi juga untuk membangun ruang dialog dan refleksi bersama.

      Secara umum, materi yang diberikan meliputi pengenalan konsep screen time, pemahaman tentang dampak positif maupun negatif penggunaan media digital, serta pentingnya peran orang tua dalam mengelola durasi dan kualitas penggunaan gawai oleh anak.

      Selain itu, diskusi interaktif juga menjadi bagian penting dari kegiatan, di mana para orang tua berkesempatan untuk berbagi pengalaman, menyampaikan tantangan yang mereka hadapi sehari-hari, serta mendiskusikan kemungkinan solusi yang dapat diterapkan.

      Dengan pendekatan partisipatif ini, workshop tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai wadah untuk memperkuat kapasitas orang tua dalam mendampingi anak menghadapi era digital.

      Hari pertama, para orang tua mendapatkan materi awal yang berfokus pada pengenalan konsep screen time. Pemaparan ini memberikan penjelasan mengenai definisi screen time, jenis-jenis aktivitas yang termasuk di dalamnya, serta bagaimana penggunaan gawai dan media digital dapat memengaruhi perkembangan anak.

      Materi juga menekankan bahwa screen time tidak selalu berdampak negatif, namun diperlukan pengaturan yang tepat agar manfaat yang ditawarkan teknologi dapat dirasakan tanpa mengabaikan risiko yang mungkin muncul.

      Pada hari pertama, setelah sesi pengenalan konsep screen time, peserta memperoleh materi kedua yang membahas dampak positif dan negatif media digital terhadap anak usia dini. Materi ini disampaikan dengan menekankan empat aspek perkembangan anak yang paling terdampak oleh penggunaan gawai, yaitu fisik, perilaku, kognitif, serta sosial-emosional.

      Dari aspek fisik, dijelaskan bahwa penggunaan gawai secara berlebihan dapat menimbulkan gangguan pada kesehatan mata, pola tidur, serta menurunkan aktivitas motorik anak. Pada aspek perilaku, anak berpotensi meniru perilaku agresif atau konsumtif dari konten digital yang tidak sesuai, meskipun terdapat peluang bagi orang tua untuk memanfaatkan media digital sebagai sarana pembiasaan perilaku positif.

      Dari sisi kognitif, media digital dipaparkan dapat memperkaya pengetahuan dan melatih keterampilan berpikir, tetapi paparan berlebihan dapat mengganggu konsentrasi dan kemampuan fokus anak.

      Sementara itu, pada aspek sosial-emosional, screen time yang tidak terkendali berisiko mengurangi intensitas interaksi tatap muka dengan keluarga maupun teman sebaya, sedangkan pemanfaatan yang tepat dapat mendukung stimulasi emosi dan interaksi yang sehat.

      Pemateri menegaskan bahwa orang tua memiliki peran sentral dalam mendampingi anak, baik melalui pengawasan terhadap konten maupun pengaturan pola penggunaan perangkat digital, sehingga manfaat media digital dapat dimaksimalkan tanpa mengabaikan potensi risikonya.

      Sesi pada hari pertama ditutup dengan kegiatan tanya jawab dan berbagi pengalaman antar peserta. Pada bagian ini, para orang tua berkesempatan menyampaikan tantangan yang mereka hadapi dalam mendampingi anak menggunakan media digital, sekaligus mendiskusikan solusi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

      Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pemahaman peserta, tetapi juga mendorong terciptanya ruang refleksi bersama yang memperkuat kesadaran orang tua akan pentingnya pendampingan aktif dalam mengelola screen time anak.

      Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai peran orang tua dalam mengelola screen time anak. Materi ini menekankan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab utama dalam mengarahkan penggunaan media digital agar memberikan manfaat yang optimal bagi tumbuh kembang anak.

      Pemateri menjelaskan berbagai pengaruh screen time terhadap anak, baik dari sisi perkembangan fisik maupun psikososial, sekaligus memberikan strategi praktis yang dapat dilakukan orang tua untuk mengatasi dampak negatif yang mungkin muncul.

      Selain itu, disampaikan pula panduan mengenai pengaturan durasi screen time yang ideal sesuai dengan kelompok usia anak berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI, 2020).

      Dengan adanya panduan tersebut, orang tua diharapkan mampu menetapkan batasan yang realistis, konsisten, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak, sehingga penggunaan media digital dapat dikelola secara seimbang dalam kehidupan sehari-hari.

      Setelah pemaparan materi mengenai peran orang tua dalam mengelola screen time anak, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan refleksi. Pada sesi ini, para peserta diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, menyampaikan pengalaman pribadi, serta mendiskusikan strategi yang dapat diterapkan dalam pendampingan anak sehari-hari.

      Diskusi terbuka ini memberikan ruang bagi orang tua untuk saling belajar dan menemukan solusi praktis yang sesuai dengan konteks masing-masing keluarga.

      Sebagai penutup kegiatan pada hari kedua, fasilitator menghadirkan materi pembuatan origami sebagai bentuk ice breaking. Aktivitas ini dirancang untuk memberikan suasana yang lebih santai sekaligus menekankan pentingnya alternatif aktivitas non-digital yang kreatif dan menyenangkan bagi anak.

      Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan konseptual mengenai screen time, tetapi juga mendapat inspirasi nyata tentang kegiatan sederhana yang dapat dilakukan bersama anak untuk memperkuat interaksi langsung tanpa ketergantungan pada gawai.

      KESIMPULAN
      Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di TK Nurul Huda, Desa Sukaluwei, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli Serdang pada 1617 Juni 2025 berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua dalam mengelola screen time pada anak usia dini.

      Berdasarkan hasil pra-survei, mayoritas orang tua belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai dampak negatif screen time yang berlebihan.

      Melalui workshop dengan pendekatan partisipatif, peserta memperoleh pengetahuan mengenai definisi screen time, dampak positif dan negatif media digital terhadap aspek fisik, perilaku, kognitif, dan sosial emosional anak, rekomendasi durasi screen time sesuai usia berdasarkan panduan IDAI (2020), serta strategi pengawasan yang efektif.

      Hasil workshop menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan kemampuan orang tua dalam menyusun aturan serta jadwal screen time yang lebih sehat bagi anak. Workshop selama dua hari ini tidak hanya memberikan pemahaman teoretis, tetapi juga pengalaman praktis melalui diskusi interaktif, refleksi bersama, serta praktik penyusunan jadwal screen time yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

      Sebagai penutup, kegiatan pembuatan origami menjadi contoh alternatif aktivitas non digital yang kreatif dan menyenangkan untuk memperkuat interaksi langsung antara orang tua dan anak.

      Dengan demikian, pengabdian ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi, tetapi juga mempersiapkan orang tua untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan digital yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

      Harapannya, orang tua dapat terus konsisten menerapkan pengelolaan screen time yang bijak sehingga anak-anak mampu memanfaatkan media digital secara positif dan seimbang.

      )*** Penulis adalah Akademisi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia

      Pewarta: Mazdalifah, Yovita Sabarina Sitepu, dan Moulita )***
      Editor : Juraidi
      COPYRIGHT © ANTARA 2026

      Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

      • Whatsapp
      • facebook
      • twitter
      • email
      • pinterest

      Berita Terkait

      Masuki "Era of Ultimate Excellence", USU menatap panggung global

      Masuki "Era of Ultimate Excellence", USU menatap panggung global

      6 Maret 2026 15:22

      Lantik wakil rektor dan sekretaris universitas, Rektor USU ingatkan pentingnya kerja keras dan integritas

      Lantik wakil rektor dan sekretaris universitas, Rektor USU ingatkan pentingnya kerja keras dan integritas

      2 Maret 2026 18:35

      From Theory to Action, Ini pesan Rektor USU untuk 1.843 wisudawan yang dilantik

      From Theory to Action, Ini pesan Rektor USU untuk 1.843 wisudawan yang dilantik

      15 Februari 2026 11:34

      KPK serahkan buku pendidikan antikorupsi kepada MRPTNI dalam Forum SNPMB 2026

      KPK serahkan buku pendidikan antikorupsi kepada MRPTNI dalam Forum SNPMB 2026

      11 Februari 2026 09:18

      Pimpin Majelis Rayon Kahmi FIB USU periode 2026-2031, Zulfan Lubis: Ini pengabdian

      Pimpin Majelis Rayon Kahmi FIB USU periode 2026-2031, Zulfan Lubis: Ini pengabdian

      5 Februari 2026 08:09

      Kemenkum Sumut hadiri pelantikan Rektor USU Periode 2026-2031

      Kemenkum Sumut hadiri pelantikan Rektor USU Periode 2026-2031

      28 Januari 2026 18:10

      Prof Dr Muryanto Amin dilantik kembali sebagai Rektor USU periode 2026-2031

      Prof Dr Muryanto Amin dilantik kembali sebagai Rektor USU periode 2026-2031

      28 Januari 2026 17:35

      USU buka pendaftaran IUP 2026, tawarkan 9 prodi sarjana berstandar internasional

      USU buka pendaftaran IUP 2026, tawarkan 9 prodi sarjana berstandar internasional

      26 Januari 2026 12:45

      Terkini

      • Jenazah Vidi Aldiano dimakamkan di TPU Tanah Kusir

        Jenazah Vidi Aldiano dimakamkan di TPU Tanah Kusir

        4 menit lalu

      • Pakar IT ingatkan waspada  penipuan nomor HP jelang Lebaran

        Pakar IT ingatkan waspada penipuan nomor HP jelang Lebaran

        11 menit lalu

      • Spesialis curanmor ini gasak 26 sepeda motor dari 25 lokasi

        Spesialis curanmor ini gasak 26 sepeda motor dari 25 lokasi

        2 jam lalu

      • Motor pinjaman digadaikan, Polsek Bangun amankan pemuda 43 tahun

        Motor pinjaman digadaikan, Polsek Bangun amankan pemuda 43 tahun

        3 jam lalu

      • Gubernur Sumut: Kepala daerah edukasi masyarakat tak antre di SPBU

        Gubernur Sumut: Kepala daerah edukasi masyarakat tak antre di SPBU

        12 jam lalu

      Foto

      Stosa Cultural Festival 2026 : Wadah Seni dan Keberagaman Budaya SMA Santo Thomas 1 Medan

      Stosa Cultural Festival 2026 : Wadah Seni dan Keberagaman Budaya SMA Santo Thomas 1 Medan

      Berburu pakat untuk menu berbuka puasa

      Berburu pakat untuk menu berbuka puasa

      Kodam I/Bukit Barisan  Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi 2026 

      Kodam I/Bukit Barisan  Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi 2026 

      Mahasiswa Polmed ciptakan game edukasi pemilahan sampah

      Mahasiswa Polmed ciptakan game edukasi pemilahan sampah

      Pemantauan penyaluran MBG di Medan

      Pemantauan penyaluran MBG di Medan

      Terpopuler

      TPL disorot, mutasi grup tanpa kenaikan gaji dan rencana PHK sepihak

      TPL disorot, mutasi grup tanpa kenaikan gaji dan rencana PHK sepihak

      Lantik wakil rektor dan sekretaris universitas, Rektor USU ingatkan pentingnya kerja keras dan integritas

      Lantik wakil rektor dan sekretaris universitas, Rektor USU ingatkan pentingnya kerja keras dan integritas

      Jaksa dakwa mantan Camat di Medan rugikan keuangan negara Rp332 juta

      Jaksa dakwa mantan Camat di Medan rugikan keuangan negara Rp332 juta

      IACN angkat bicara terkait penetapan tersangka anggota DPRD Kota Padangsidimpuan Saripah Hanum Lubis

      IACN angkat bicara terkait penetapan tersangka anggota DPRD Kota Padangsidimpuan Saripah Hanum Lubis

      Kadin Sumut: Kasus pencabutan izin usaha tidak jelas, investor mulai khawatir tanam modal di Sumut

      Kadin Sumut: Kasus pencabutan izin usaha tidak jelas, investor mulai khawatir tanam modal di Sumut

      Antara News sumut
      sumut.antaranews.com
      Copyright © 2026
      • Top News
      • Terkini
      • RSS
      • Twitter
      • Facebook
      • Berita Sumut
      • Regional
      • Ekonomi Dan Bisnis
      • Hukum Dan Kriminal
      • Olahraga
      • Editorial
      • Peristiwa
      • Ketentuan Penggunaan
      • Tentang Kami
      • Pedoman
      • Kebijakan Privasi
      • BrandA
      • ANTARA Foto
      • Korporat
      • PPID
      • www.antaranews.com
      • Antara Foto
      • IMQ
      • Asianet
      • OANA
      notification icon
      Dapatkan Berita Terkini khusus untuk anda dengan mengaktifkan notifikasi Antaranews.com