Rantauprapat (Antaranews Sumut) - Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kabupaten Labuhanbatu, Andi Suhaimi Dalimunthe menghadiri perayaan HUT KNPI dan berjanji akan membangun gedung yang mewadahi organisasi pemuda di daerah tersebut.
“Gedung KNPI ini sudah terlalu jelek, jadi sudah sewajarnya kita benahi, karena di gedung ini adalah tempat bernaungnya para unsur OKP dan disini juga saya sampaikan bahwa organisasi Pemuda Pancasila tidak dibawah naungan KNPI karena Pemuda Pancasila sudah berupa ormas,” kata Andi Suhaimi Dalimunthe di Rantauprapat, Sabtu malam.
Hal itu di sampaikan dalam acara HUT KNPI Ke- 45. Ia menjelaskan, para tokoh pemuda, pejuang pemuda dapat pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu untuk menjalankan pemerintahan yang lebih baik. “Saya terlahir dari pemuda,” ujar Andi Suhaimi Dalimunthe yang juga ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Labuhanbatu ini.
Ia menjelaskan akan terus memperhatikan pemuda ada di daerah, karena jabatan yang diamanahkan ini menjadi kenangan yang jelek. Namun, menjadi kenangan yang terbaik untuk Kabupaten Labuhanbatu.
Pihaknya juga berharap kritik dan saran untuk kemajuan pembangunan pemuda di daerah. “Tanpa saudara-saudara saya tidak bisa berbuat kebaikan-kebaikan kedepan, untuk itu saya mohon kepada para senior, tokoh-tokoh dan pejuang pemuda dapat memberikan masukan kepada saya untuk kemajuan pembangunan dan kemajuan pemuda di daerah ini,” katanya.
Andi menegaskan, selama menjadi Wakil Bupati tidak pernah memakan uang rakyat, karena terlahir dari pemuda.
Menurutnya, selama dua tahun setengah pemuda di Labuhanbatu di obok-obok dan tidak mau hal serupa terulang, mari kita bersatu membangun Kabupaten Labuhanbatu ini.
“Saya tidak akan terlalu banyak campur tangan di suatu organisasi, alhamdulillah saya tidak akan pernah balas dendam, begitu juga kepada perangkat pemerintahan hal itu sudah saya kubur dalam-dalam dan saya ingin membangun Kabupaten Labuhanbatu yang lebih baik lagi kedepan,” katanya.
Ketua DPD KNPI Labuhanbatu, Hamzah Syabani Nasution dalam sambutannya menyampaikan, dengan kegiatan ini sebagai momentum persatuan dan kesatuan pemuda.
Menurutnya, jangan sampai masyarakat terpecah belah karena tidak sesuai dengan ideologi Pancasila.
“Kita harus waspada karena sedang di obok-obok oleh tim luar atau orang yang tidak sesuai dengan idiologi-idiologi di Indonesia tujuan kita hanya satu bagaimana Pancasila tetap menjadi dasar idiologi negara kita,” ujarnya.
