Rantauprapat (Antaranews Sumut) - Tiga daerah wilayah Pantai Timur Sumatera melaksanakan komunikasi sosial aparat pemerintah diantaranya penangulangan terorisme di daerah.
Kegiatan yang diprakarsai Kodim 0209/LB ini dihadiri Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Mereka berharap masyarakat bersatu melawan terorisme dengan menguatkan informasi dan menghindari paham-paham radikal yang dapat menimbulkan perpecahan di daerah.
Dandim 0209/LB Letkol Czi Denden Sumarlin dalam kesempatan itu manyampaikan, komunikasi sosial atau komsos metode pembinaan teritorial.
Kegiatan ini wahana mencapai kesepahaman dan persepsi tentang pemberdayaan wilayah pertahanan di darat kepada seluruh komponen bangsa.
Menurutnya, komsos dapat meningkatkan sinergitas dan kerjasama antara TNI AD dgn aparat pemerintah di daerah.
Yakni, untuk menyukseskan program pemerintah agar harmonis serta meningkatnya pemahaman tentang Pancasila.
Wakil Bupati Labura Dwi Prantara dalam kesempatan itu mengatakan perlunya kerjasama institusi penegak hukum yakni TNI/Polri dalam penanggulangan terorisme di Indonesia.
Sistem pengamanan untuk antisipasi terorisme terkecil, dengan pemberdayaan aparat lingkungan di wilayah masing-masing.
Hal itu, ujar Dwi Prantara dapat mempersempit gerakan aksi terorisme dalam masyarakat daerah.
Pihaknya berharap Babinsa, Babinkamtibmas dan Kepala Desa/Lurah dapat berkoordinasi dengan baik.
"Kedepan kita akan lebih tingkatkan koordinasi sehingga deteksi dini dan cegah dini bisa dilakukan," ujarnya.
Kakankemenag Labuhanbatu, Syafruddin Harahap menyampaikan perlunya komunikasi dalam penangulanggan teroris.
Peningkatan komunikasi antara aparat pemerintah dengan penegak hukum diyakini mampu mencegah terorisme di daerah.
"Kalau ada penduduk baru tolong diawasi. Jangan sampai seperti pemadam kebakaran mengantisipasi tantangan yg terjadi sampai kepada lapisan masyarakat," ujarnya.
