Sibolga, Sumut, 24/5 (Antarasumut) - Terhitung mulai 1 Juni yang akan datang, Pelabuhan ASP Sibolga akan dioperasikan.
Dengan demikian penumpang yang ingin berangkat ke Pulau Nias, tidak lagi melalui Pelabuhan Sambas. Hal ini disampaikan Walikota Sibolga, Drs. H Syarfi Hutauruk, MM saat meninjau persiapan pelabuhan ASP Sibolga, Selasa.
Dalam kesempatan itu juga, Walikota menyampaikan kepada para pedagang ikan yang ada di seputar pelabuhan ASP, agar tidak lagi menggunakan ruas jalan atau pelabuhan berjaulan, karena pelabuhan akan segera dioperasikan.
"Pelabuhan ASP akan segera kita fungsikan. Yang mau ke Nias, sudah bisa dari pelabuhan ASP, bukan lagi dari pelabuhan Sambas. Jadi, saya berharap agar tidak ada lagi pedagang ikan yang berjualan di jalan. Silahkan masuk kedalam pasar, pasti muat," seru Syarfi.
Bagi yang jualan di halaman lanjutnya mengatakan kepada pedagang, sebagai bentuk kepeduliannya kepada para paralong-along (pedagang ikan keliling), dirinya akan mengajukan pembangunan kanopi untuk melindungi para pedagang dari panas dan hujan. "Kalau siang supaya tidak hitam kena panas matahari. Kalau hujan, gak basah lagi. Jadi, akan kita bangun kanopi diluar ini," janjinya yang disambut tepuk tangan dan sorak kegirangan para paralong-along.
Bahkan kepada pengusaha ikan yang berdomisili di sekitar pelabuhan ASP Sibolga, Syarfi mengingatkan, agar tidak seenaknya memakai badan jalan. Karena sering terpantau mobil membentang ditengah jalan saat bongkar muat. Akibatnya, arus lalu lintas jadi terganggu. Dan ini juga sudah ditekankan kepada pihak Polantas Sibolga dan Dishubkominfo untuk mengaturnya.
"Saya minta saat bongkar muat mobil jangan melintang di jalan. Kalaupun mau bongkar, sejajar disatu sisi jalan saja. Supaya jangan macet," sarannya mengarahkan para pengusaha.
Sementara itu salah satu pedagang ikan yang dimintai tanggapannya mengaku senang dengan penyampaian Walikota yang dinilai membantu mereka mencari rezeki. Diterangkannya, alasan mereka sampai ke badan jalan menjajakan dagangannya, lantaran beberapa pedagang ikan lainnya yang suka memakai lapak dagangan melebihi jumlah dagangannya.
"Padahal jualannya sedikitnya. Tapi diserakkannyalah ikannya di lantai itu. Sampai memakan banyak lapak. Jadi, yang lain gak kebagian tempat. Terpaksalah jadi turun kejalan. Kalau sebenarnya memang muatnya didalam," tukasnya.
Keputusan turun kejalan itu juga katanya untuk menghindari terjadinya konflik antar sesama pedagang. "Kita kan gak mau hanya karena itu ribut. Terpaksalah mengalah, memilih jualan di luar. Kadang, karena ada teman yang jualan juga di badan jalan, kamipun jadi ikut-ikutan," pungkasnya.
Sebelum itu, Syarfi dengan beberapa SKPD nya dan juga Kapolres Sibolga AKBP Didi Wahyudi serta perwakilan instansi terkait lainnya memantau kesiapan fasilitas dermaga pelabuhan ASP. Dari mulai lsitrik, air dan pos jaga keamanan. Agar pada saat peresmian dan uji coba, tidak ada kendala. Untuk kelengkapan fasilitas, Syarfi mengarahkan masing-masing instansi terkait segera berkoordinasi untuk meyakinkan Kementrian Perhubungan menyerahkan pelabuhan ASP ke Pemko Sibolga untuk segera dioperasikan.
