Medan (ANTARA) - Kantor Basarnas Kelas A Medan bersama tim SAR gabungan membagi dua tim dalam proses pencarian atau evakuasi korban bencana tanah longsor di Desa Sembahe Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.
"Kami mengoptimalkan pencarian dengan membagi tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU)," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika dalam keterangan resmi yang diterima di Medan, Rabu.
Hery mengatakan dua tim yang dibentuk tersebut untuk melakukan penyisiran manual dengan menggunakan metode line hail dan menggunakan alat berat yang membuka akses dan mengangkat material longsor.
Ia menjelaskan operasi SAR dimulai sejak Selasa (7/4) yang melibatkan pemangku kebijakan terkait yang berfokus pada pencarian korban yang tertimbun reruntuhan longsor.
Pada 03.15 WIB, kata dia, tim melakukan assessment awal di sekitar lokasi kejadian perkara (LKP) dan langsung melaksanakan pencarian menggunakan metode line hail (penyapuan satu arah) dengan luas area sekitar ±500 meter persegi.
"Upaya pencarian membuahkan hasil pada pukul 04.08 WIB, di mana korban pertama atas nama Rizki Sembiring (14) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban kemudian dievakuasi menuju RS Pancur Batu, Deli Serdang," kata dia.
Selanjutnya, tim SAR gabungan kembali menemukan tiga korban atas nama Boy Simorangkir, Rosilawati Ginting dan Jamilah yang ditemukan meninggal dunia pada 06.15 WIB hingga 06.48 WIB.
"Memasuki pukul 07.00 WIB, tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dengan melakukan assessment lanjutan di area terdampak guna menentukan titik-titik prioritas pencarian berikutnya bersamaan dengan itu tim memastikan data korban yang masih dinyatakan hilang," sebut dia.
Hery mengatakan proses pencarian dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan keselamatan tim serta efektivitas metode pencarian.
"Dengan telah ditemukannya seluruh korban dan tidak adanya laporan kehilangan maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup, Seluruh unsur SAR gabungan dikembalikan ke kesatuan masing-masing," ujarnya.
