Medan, 12/8 (Antara) - Dinas Pertanian Sumatera Utara menyatakan musim tanam ke dua pada tahun ini bergeser dari Agustus ke September akibat anomali cuaca."Harusnya musim tanam sudah dimulai paling lambat awal Agustus, tetapi karena cuaca, penanaman baru bisa dilakukan paling cepat akhir Agustus atau awal September," kata Kepala Subbagian Program Dinas Pertanian Sumut, Marino di Medan, Selasa.Musin tanam itupun baru dipastikan kalau curah hujan tetap tinggi seperti dewasa ini."Mudah-mudahan curah hujan tetap tinggi agar penanaman padi sudah mulai bisa dilakukan,"katanya.Dengan akan bisa dimulainya penanaman, diharapkan produksi padi bisa ditingkatkan.Seperti diketahui, katanya, kerusakan tanaman pangan sempat terganggu akibat anomali cuaca.Akibat kekeringan, katanya, seluas 1.436 hektare sawah padi mengalami kerusakan dan untuk padi gogo 225,5 hektare."Kalau bersama tanaman pangan lain seperti kedelai dan jagung ada kerusakan lahan seluas 2.952 hektare, Dua hektare di antaranya berupa tanaman kedelai di Kabupaten Padang Lawas mengalani puso," katanya.Marino menegaskan, pada tahun ini Sumut menargetkan produksi padi 4,629 juta ton dengan capaian pada semester I 2015 sudah 2,247 juta ton.***3***(T.E016/B/A.J.S. Bie/A.J.S. Bie)
Distan: Musim Tanam Sumut Bergeser ke September
Rabu, 12 Agustus 2015 18:01 WIB 1849
