Madina (ANTARA) - PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) bersama kelompok tani Mutiara Tanah melaksanakan panen bawang merah di Desa Sibanggor Jae, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Sabtu (7/2).
Panen dilakukan di lahan milik Sobirin, salah satu anggota kelompok tani Mutiara Tanah. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Teknik Panas Bumi PT SMGP Ali Sahid, Koordinator Tim Community Development and Community Relations (CDCR) Ade Robi Cahyadi dan Ngalim, Kepala Desa Sibanggor Jae Ali Muhtar, Sekretaris Desa Padil Nasution, Ketua Kelompok Tani Mutiara Tanah Zuhdi, serta para anggota kelompok.
Koordinator CDCR PT SMGP Ngalim mengatakan, kegiatan panen bawang merah tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat atau community development (comdev) PT SMGP pada pilar ekonomi tahun 2025.
“Program ini merupakan usulan dari kelompok tani Mutiara Tanah yang beranggotakan 16 orang. Setelah dilakukan survei, termasuk kesuburan tanah, Desa Sibanggor Jae dinilai cocok untuk pengembangan komoditas bawang merah,” ujar Ngalim.
Ia menjelaskan, PT SMGP menjalankan program comdev yang dikelompokkan dalam lima pilar, yakni ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta sosial dan budaya keagamaan. Program budidaya bawang merah dipilih karena komoditas tersebut belum banyak dikembangkan di Madina, sementara harga di pasar relatif stabil.
Selain itu, penanaman bawang merah juga bertujuan sebagai alternatif rotasi tanaman untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan mencegah serangan hama akibat pola tanam yang monoton.
Penanaman dilakukan dengan prinsip optimalisasi lahan melalui kombinasi dan rotasi tanaman. Di lahan Sobirin, bawang merah ditanam di sela-sela tanaman kopi,” katanya.
Menurut Ngalim, penanaman bawang merah dimulai sejak November 2025 dan saat ini sudah mulai memasuki masa panen awal. Sementara sebagian lahan anggota kelompok lainnya diperkirakan baru akan panen pada Maret 2026 karena waktu tanam yang tidak serentak.
Ia berharap kelompok tani dapat menyisihkan sekitar 30 persen hasil panen sebagai bibit agar kegiatan budidaya dapat berkelanjutan dan kelompok menjadi mandiri.
“Kehadiran PT SMGP melalui program pemberdayaan masyarakat merupakan komitmen perusahaan untuk membantu meningkatkan usaha dan pendapatan masyarakat di sekitar wilayah kerja panas bumi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sibanggor Jae Ali Muhtar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT SMGP, khususnya tim CDCR, atas dukungan program pemberdayaan kepada kelompok tani di desanya.
“Kegiatan ini sangat membantu masyarakat dan memberikan peluang baru bagi petani untuk meningkatkan pendapatan,” katanya.
