Medan (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara menyatakan nilai tukar petani (NTP) di wilayah itu tumbuh positif pada Maret dibandingkan Februari 2026.

“Nilai Tukar Petani Sumut pada Maret 2026 naik 1,90 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” ujar Kepala BPS Provinsi Sumatera Utara Asim Saputra di Medan, Kamis.

Asim mengatakan kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya indeks yang diterima petani serta menurunnya indeks yang dibayar petani.

Ia mengatakan indeks harga yang diterima petani (It) naik 1,48 persen menjadi 195,50.
Komoditas yang menjadi penyumbang kenaikan indeks yang diterima petani antara lain kelapa sawit, karet, gabah, sapi potong, ikan tongkol, dan jeruk.

“Sementara itu, indeks yang dibayar petani turun 0,41 persen sehingga tercatat sebesar 124,39. Komoditas penyumbang penurunan di antaranya cabai merah, cabai rawit, tomat, dan pupuk urea,” katanya.

BPS Sumut juga mencatat NTP subsektor tanaman pangan naik 0,73 persen menjadi 105,76, subsektor hortikultura naik 0,46 persen menjadi 94,15, dan subsektor tanaman perkebunan rakyat naik 2,72 persen menjadi 95,33 dibandingkan bulan sebelumnya.

Untuk nilai tukar usaha pertanian (NTUP) pada Maret 2026, Asim mengatakan kenaikan indeks yang diterima petani diikuti penurunan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal sebesar 0,61 persen.

“Sehingga NTUP pada Maret 2026 naik 2,11 persen menjadi 160,50 dibandingkan Februari 2026,” ujarnya.



Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026