Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyerap sebanyak 3.700 ton gabah kering panen dari petani di wilayah kerjanya terhitung sampai 18 Februari 2026.
"Dari 3.700 ton gabah kering tersebut, jika dikonversikan ke beras sudah mendapatkan 1.085 ton," ujar Pemimpin Kantor Wilayah Bulog Sumut Budi Cahyanto di Medan, Jumat.
Budi mengatakan penyerapan gabah kering tersebut dari daerah Sumut di antaranya, Kabupaten Langkat, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Sedang Bedagai, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Pandang Lawas.
Lebih lanjut, ia mengatakan, penyerapan gabah kering tersebut terbesar yang dilakukan pihaknya berasal dari di Langkat, Deli Serdang dan Simalungun.
"Potensi penyerapan ke depan berada di Kabupaten Asahan, Kabupaten Batubara, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kota Padangsidimpun," ucapnya.
Menurut Budi penyerapan gabah kering di sejumlah daerah Sumut akan terus berlanjut. Hal ini dikarenakan masih banyak petani yang melakukan panen.
"Awal Ramadhan, sejumlah daerah masih melakukan panen awal. Jadi, penyerapan gabah terus kami lakukan sebagai cadangan beras pemerintah," katanya.
Budi mengatakan pembelian harga gabah kering panen sesuai yang telah ditetapkan pemerintah Rp6.500 per kilogram dari petani yang sudah dikemas dalam karung dan siap di angkut ke penggilingan terdekat.
Ia menambahkan gabah yang dibeli dari petani nantinya digunakan untuk kepentingan masyarakat melalui program bantuan pangan, SPHP dan untuk bantuan beras jika terjadi bencana alam.
"Saya imbau para petani untuk segera memanen padi jika sudah tiba waktunya agar hasilnya maksimal," ucapnya
Bulog Sumut menargetkan menyerap sebanyak 62.718 ton gabah kering panen guna menjaga stabilitas harga di wilayah tersebut pada 2026.
