Karo (ANTARA) - KPP Pratama Kabanjahe berkolaborasi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Kabanjahe menggelar kegiatan Business Development Service (BDS) yang digelar 30–31 Maret 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas.
Kegiatan yang diinisiasi Direktorat Jenderal Pajak tersebut menghadirkan berbagai program penguatan kapasitas usaha, salah satunya melalui bazaar UMKM yang melibatkan belasan pelaku usaha lokal.
Bazaar yang berlangsung di area parkir KPP Pratama Kabanjahe menjadi ruang promosi sekaligus pemasaran produk UMKM kepada masyarakat luas. Sejumlah produk unggulan lokal dipamerkan, mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan, yang menarik perhatian pengunjung selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan ini dibuka secara resmi melalui prosesi pemotongan pita oleh Kepala KPP Pratama Kabanjahe, Yontu Karnindo Saragih bersama Pimpinan Cabang PNM Kabanjahe, Daniel Silitonga.

Yontu mengatakan kegiatan BDS ini merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah dalam memperkuat fondasi usaha UMKM. “Kami ingin UMKM tidak hanya tumbuh, tetapi juga naik kelas, memiliki daya saing, dan semakin patuh terhadap kewajiban perpajakan,” ujarnya.
Sementara itu, Daniel menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong kemajuan UMKM. “PNM Kabanjahe siap mendampingi pelaku usaha, tidak hanya dari sisi pembiayaan, tetapi juga penguatan kapasitas agar mereka bisa berkembang secara berkelanjutan,” katanya.
Melalui BDS ini, kedua pihak menargetkan tidak hanya peningkatan akses pasar bagi UMKM, tetapi juga penguatan kapasitas usaha, mulai dari pengelolaan bisnis hingga pemahaman perpajakan.
" Kami berharap para pelaku UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas," tutup Yontu.
